Operator Sampah Keluhkan Uang BBM

Ilustrasi operator sampah di Kota Mataram (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Operator sampah di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, mengeluh karena belum menerima uang bahan bakar minyak (BBM).

Operator roda tiga Lingkungan Bawaq Bagek, Nursaen kepada Suara NTB, Kamis, 13 September 2018 menuturkan, pihaknya hingga saat ini belum menerima uang BBM dari kecamatan. Padahal, jatah BBM per bulan diterima 100 liter.

“Kupon BBM cuma bulan Januari dan Februari dibagikan. Selebihnya itu ndak ada sampai sekarang,” kata Nursaen.

Untuk menyiasati operasional selama tujuh bulan, ia meminta iuran secara ikhlas ke masyarakat. Jika tidak begitu dikhawatirkan pelayanan penanganan sampah di masyarakat tidak berjalan.

Nursaen mengaku, permasalahan tersebut berulangkali disampaikan ke kecamatan. Tapi tidak pernah mendapatkan jawaban pasti dari petugas kecamatan. “Saat ngambil honor sudah kita tanya. Alasannya yang pegang kupon lagi lebaran ke Lombok Tengah,” ucapnya.

Baca juga:  Atasi Masalah Sampah, Pemprov NTB Bentuk Satgas

Menurutnya, jatah BBM roda tiga itu seluruhnya tidak dibagikan ke operator se – Kecamatan Selaparang.

Camat Selaparang, Sudirman membantah tudingan tersebut. Pengakuannya, jatah BBM sudah diberikan ke masing – masing operator. Hanya saja, bulan Agustus lalu tidak diberikan karena bencana alam sehingga mengganggu proses administrasi di Badan Keuangan Daerah (BKD).

“Kalau tujuh bulan ndak benar itu. Cuma satu bulan saja. Itupun kan terkendala administrasi. Ndak bisa juga kita paksakan teman- teman BKD segera menyelesaikan adminitrasi,” kilahnya.

Protes jatah BBM aku Sudirman, tidak pernah didengar. Tapi, ia akan mengecek informasi tersebut sehingga bisa jelas permasalahannya.

Baca juga:  Atasi Masalah Sampah, Pemprov NTB Bentuk Satgas

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana menegaskan, kewenangan jatah BBM kendaraan roda tiga berada di kecamatan. Pengelolaan anggaran sepenuhnya diserahkan oleh Pemkot Mataram ke masing – masing kecamatan.

Dia tidak mengetahui kalau jatah operator sampah tidak dibagikan. “Saya belum tahu informasinya. Coba nanti saya cek ke kecamatan,” ucapnya.

Putu memprediksi bahwa tidak mungkin kecamatan tidak memberikan jatah BBM selama itu. Paling tidak ada miskomunikasi atau masalah administrasi yang belum diselesaikan di bagian keuangan.

Bagaimanapun juga kata dia, permasalahan ini harus segera diselesaikan supaya pengangkutan sampah di masyarakat tidak terganggu. (cem)