Ratusan Rumah di Mataram Dirobohkan

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram dibantu oleh TNI dan Polri merobohkan bangunan di empat lingkungan yang mengalami rusak berat pascagempa. Bangunan di Pengempel Indah, Gontoran, Kamasan dan Tegal telah dirobohkan, Rabu, 29 Agustus 2018.

Pantauan Suara NTB, pembongkaran rumah sebagian menggunakan alat berat dan manual. TNI dan Polri menggunakan hammer merobohkan sisa – sisa bangunan. Pasukan biru Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dikerahkan mengangkat reruntuhan beton ke dalam mobil truk.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Mataram, H. Kemal Islam menyebutkan, bangunan rumah di Lingkungan Gontoran dan Pengempel Indah harus dirobohkan mencapai 300 unit. Belum termasuk di Tegal 600 unit dan Kamasan 20 unit rumah. Rata – rata kondisi rumah rusak parah.

Baca juga:  PBB Ikut Bantu Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa di NTB

Pembongkaran sekaligus pembersihan kata Kemal, di kawasan itu langsung dilakukan penataan. Rekompak akan membangun rumah sesuai keinginan dan luas tanah milik warga.

Polanya masyarakat membentuk kelompok dan didampingi oleh fasilitator. “Gangnya juga diatur. Di sini gangnya sempit. Sekarang ini diatur supaya mudah ke jalur evakuasi,” ujarnya.

Asisten I Setda Mataram, Lalu Martawang menambahkan, proses pembongkaran dan pembersihan serta penataan bukan sesuatu yang mudah. Perlu kerja bersama antara Pemerintah Kota Mataram dengan TNI dan Polri.

Baca juga:  Rp45 Miliar Dana Tanggap Darurat Mengendap

Kawasan di Lingkungan Pengempel Indah akan ditata kembali. Rekompak sebagai mitra kerja pemerintah akan membuat konsep rumah dan penataan di kawasan tersebut.

“Jadi tidak semudah yang dibayangkan. Coba lihat kita kerja tim bersama TNI dan Polri,” sebut Martawang. Pembangunan rumah oleh Rekompak dari segi struktur bangunan akan lebih bagus. Masyarakat harus mengalah dibuatkan jalur evakuasi.

Kedepan kata Martawang, masyarakat lebih waspada terhadap gempa maupun potensi kebakaran. (cem)