Buka Siang Hari, Pemilik Warung Nasi Dirazia Pol PP

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah pedagang makanan yang buka pada siang hari selama puasa Ramadhan dirazia oleh Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Mataram. Mereka dianggap tidak kooperatif dan tidak mengindahkan surat edaran walikota Mataram tentang jam buka rumah makan selama bulan puasa.

“Penerapan sanksi hanya sebatas amankan jualannya saja. Kita sudah berikan toleransi sedemikian rupa. Seharusnya mereka buka pukul 17.00 Wita, tapi mereka buka dari pagi. Ini tidak mengindahkan surat edaran yang sudah ada,” kata Komandan Satuan Pol PP Kota Mataram Bayu Pancapati, di Mataram, Selasa, 22 Mei 2018.

Ia mengatakan bahwa para pedagang yang disita jualannya ini tidak kooperatif. Mereka beroperasi di luar waktu yang ditentukan oleh Pemkot Mataram. Sehingga ia meminta kepada dinas terkait untuk mengatur lebih lanjut terkait para pedagang. Selain itu, ia juga berharap dinas terkait mengambil tindakan tegas bagi pedagang yang tidak bersedia mengikuti aturan pemkot.

“Kedepannya harapan saya dinas terkait dibersihkan saja  pedagang itu. Mereka tidak kooperatif sama pemerintah, misalnya di Karang Tapen atau Jalan Ismail Marzuki itu yang banyak kita temukan masih berjualan pada siang hari,” ujarnya.

Ia kembali mengimbau kepada para pedagang makanan atau rumah makan untuk mulai beroperasi pada pukul 17.00 WITA. Ini sesuai dengan Surat Edaran Walikota Mataram Nomor 005/41/Hms/V/2018. Terdapat tujuh poin yang dibahas dan dilarang dalam surat edaran itu.

Beberapa hal yang dilarang ialah menjual petasan serta pemilik restoran atau rumah makan diimbau untuk melayani pembeli pada pukul 17.00-05.00 WITA. Selain itu pemilik hotel, losmen, restoran, karaoke kafe dan tempat hiburan lainnya yang melaksanakan usaha hiburan sepert pertunjukan live music diminta untuk tidak melakukan kegiatannya selama Ramadhan.

Salah satu poinnya juga mengimbau kepada camat dan lurah dalam melakukan penertiban dan pengawasan untuk berkoordinasi dengan Pol PP. Namun hal itu nampaknya belum maksimal. Sebab Bayu melihat belum maksimalnya peran kepala wilayah seperti lurah dalam mengingatkan warganya. Sebab masih ada warganya yang tetap membuka warung atau tempat makan di luar waktu yang ditentukan dalam surat edaran.

“Saya rasa peran kepala wilayah sangat berarti. Jangan cuek juga kepala wilayahnya, ayo turun. Kelurahan perlu ingatkan warganya juga,” ujarnya. Pada Selasa, 22 Mei 2018 kemarin telah dilakukan razia di beberapa tempat makan di Sekarbela. Sebelumnya juga sudah dilakukan penertiban di beberapa warung yang ada di Jalan Ismail Marzuki, Karang Tapen. Dalam lima hari puasa ini, sudah ada belasan warung atau tempat makan yang diamankan oleh Pol PP Kota Mataram.

“Kita sita dagangannya, nanti diambil pada jam berbuka puasa. Kami mengimbau kepada para pedagang untuk taat aturan dan tidak berjualan di siang hari,” imbaunya. (lin)