Pencetakan KTP Elektronik di Kota Mataram Kembali Terganggu

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram mengeluhkan sistem jaringan dari Pemerintah Pusat bermasalah setiap hari. Akselerasi pencetakan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik kembali terganggu. Jaringan gangguan mulai pukul 08.00 – 11.00 Wita. Pencetakan KTP elektronik awalnya 150 – 200 keping per hari, turun drastis. Pencetakan hanya bisa mencapai 50 keping.

“Di atas jam 12.00 baru jaringannya lancar,” kata Kepala Dinas Dukcapil, Chaerul Anwar, Kamis, 3 Mei 2018. Pemicu terjadinya gangguan tersebut kemungkinan seluruh daerah melakukan penarikan data secara bersamaan. Jaringan di Pemerintah Pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri mengalami masalah.

Mantan Kasat Pol PP Kota Mataram ini bersyukur permohonan KTP elektronik relatif menurun. Target pemenuhan perekaman KTP sudah mencapai 100,46 persen atau 304.069 dari ditargetkan Pemerintah Pusat 302.673. Sisa yang belum merekam pada posisi Maret 1.396 orang. KTP elektronik yang tercetak 302.215 dan siap cetak sebanyak 8.846.

“Sekarang ini menurun. Semua rata – rata sudah memiliki KTP,” akunya. Sisanya yang sekian persen adalah warga yang memasuki usia 17 tahun. Termasuk lansia yang tinggal di panti sosial.

Menurut Chaerul, pelayanan administrasi kependudukan seperti KTP, KK, akta dan kartu identitas anak (KIA) melalui jemput bola. Mobil pelayanan keliling dimaksimalkan ke pemukiman padat melayani masyarakat. Termasuk saat car free day di Taman Udayana.

Pendekatan pelayanan dimaksimalkan selain memprioritaskan percepatan penuntasan perekaman KTP elektronik. “Hari Minggu juga kita tetap layani di Taman Udayana,” katanya. Stok blanko KTP elektronik masyarakat tidak perlu khawatir. Pihaknya sudah mengambil 10 ribu keping dan stok tersisa 8.500 keping. (cem)