Pemkot Ingin Tender Proyek Dipercepat

Mataram (Suara NTB) – Asisten II Setda Kota Mataram, Wartan, SH.MH., meminta Bagian Layanan Pengadaan (Balap) melakukan percepatan pelaksanaan tender proyek fisik. Terutama dokumen lelang yang sudah lengkap secara administrasi. “Saya sudah perintahkan supaya Balap segera melelang mana yang dokumen sudah lengkap,” tegas Wartan pekan kemarin.

Data dihimpun dari Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Kota Mataram, Minggu, 4 Maret 2018. Baru ada tiga paket proyek telah dilelang. Yakni, supervisi konstruksi paket pemeliharaan berkala jalan senilai Rp 503,68 juta, supervisi konstruksi paket peningkatan jalan senilai Rp 791,8 juta. Terakhir, belanja obat – obatan milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram yang sumber anggarannya dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) senilai Rp 4,97 miliar.

Baca juga:  Ditemukan Banyak Kekurangan Volume pada Proyek Pemkot Mataram

Sementara, tender lanjutan proyek gerbang di Lingkar Selatan senilai Rp 5 miliar serta gedung Badan Keuangan Daerah dan Monumen Mataram senilai Rp 1,5 miliar belum dilelang. Wartan menambahkan, lelang proyek gedung BKD senilai Rp 1,5 miliar menunggu penghapusan aset dan prosedurnya berada di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Ini kata dia, sedang dikerjakan oleh Badan Keuangan Daerah.

Sedangkan, dua proyek milik PUPR yakni gerbang dan monumen sudah dibicarakan dengan Kadis PUPR, Ir. H. Mahmuddin Tura. Dia meminta keperluan administrasi pelelangan secepatnya diselesaikan. “Saya sudah omongkan supaya diselesaikan yang belum diselesaikan. Kita sudah perintahkan Kadis PU segera berkoordinasi,” ujarnya.

Baca juga:  Halte Bus di Kota Mataram akan Dibongkar

Dia mengakui rencana percepatan pembangunan sebelumnya diminta oleh Plt Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Oleh karena itu, ia mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki hambatan – hambatan administrasi segera diselesaikan menyangkut percepatan tender.

Bagian Layanan Pengadaan kata dia, sudah bersurat ke masing – masing SKPD agar segera mengajukan dokumen lelang mereka. “Kita terus dorong. Surat sudah kita kirim ke OPD,” akunya.

Proyek fisik anggarannya besar diupayakan sesegera mungkin dilakukan tender. Pihaknya tidak mau berkejaran dengan waktu dan tidak ingin ada tender pada penghujung waktu, sehingga menimbulkan keterlambatan. ” Apa yang harus dikerjakan diselesaikan dulu. Kita ini bekejaran dengan waktu,” demikian kata dia. (cem)