Penyelesaian Aset “Shopping Center” Belum Jelas

Mataram (Suara NTB) – Penyelesaian aset shopping center di Kelurahan Pejanggik Kecamatan Mataram hingga kini belum ada kejelasan. Tim penelusuran aset sejak 2017 lalu bekerja, tapi tak ada hasil.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito mengaku belum mendapatkan laporan terkait perkembangan penyelesaian aset tersebut. Tim penelusuran aset dibentuk sedang bekerja mencari benang merahnya.”Sampai sekarang belum ada laporan,” kata Sekda, Rabu, 28 Februari 2018.

Sekda belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai progres penyelesaian aset tersebut. Pihaknya menunggu seperti apa status aset yang dulunya pasar tradisional tersebut. Aset shopping center disinyalir telah beralih tangan, dari hak pengelolaan lahan menjadi hak milik.

Baca juga:  Ditinjau, Perjanjian Lapangan Golf Golong

Perubahan status aset itu tak diketahui persis. Warga yang menempati lokasi itu telah lama memiliki sertifikat atas nama perorangan. Pemkot Mataram

berupaya mencari titik terang mengenai status aset yang diserahkan oleh Pemkab Lombok Barat pada tahun 1994 silam. HPL diminta sejak 2017 lalu, belum diberikan oleh Bagian Aset Pemkab Lobar.

Padahal, HPL ini akan memberikan titik terang mana saja lahan milik pemerintah dan milik perorangan. Selain meminta HPL, Pemkot Mataram khususnya Badan Keuangan Daerah telah mengkonfrontir pemilik toko.

Baca juga:  Ditinjau, Perjanjian Lapangan Golf Golong

Sejumlah warga menunjukkan sertifikat atas nama pribadi. Sedangkan warga lainnya tidak berkesempatan hadir. Dari keterangan warga ini akan dijadikan bahan mendalami proses peralihan aset tersebut.

Wakil Walikota Mataram (kini Plt Walikota) H. Mohan Roliskana dikonfirmasi sebelumnya, menegaskan bahwa Pemkot tidak pernah merasa menjual aset miliknya. Kalaupun dijual harus melalui mekanisme panjang dan persetujuan Dewan. Ia meminta tim segera menyelesaikan permasalahan tersebut agar jelas duduk persoalannya. (cem)