Hari Ini, Ahyar Abduh Tinggalkan Pendopo Walikota

Mataram (Suara NTB) – Masa cuti di luar tanggungan negara mulai 15 Februari – 23 Juni dijalani oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. Seluruh fasilitas termasuk rumah dinas akan ditinggalkannya. Artinya, mulai hari ini, Walikota harus keluar dari pendopo.

Tradisi penjemputan oleh masyarakat akan digelar, Kamis, 15 Februari 2018. Walikota dua periode yang bakal bertarung pada kontestasi politik 2018, juga akan dilepas oleh ribuan aparatur sipil negara.

“Besok (hari ini,red) beliau akan dijemput oleh masyarakat. Dan, semua PNS kota akan melepas,” kata Kabag Humas dan Protokoler Setda Kota Mataram, Lalu Mashun ditemui, Rabu, 14 Februari 2018.

Sebelum prosesi penjemputan oleh masyarakat, nantinya akan diawali dengan penyerahan bendera pataka Kota Mataram dari Walikota ke Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Penyerahan

bendera ini sebagai simbol bahwa tonggak estafet kepemimpinan di Pemkot Mataram di bawah kendali Wakil Walikota selaku Pelaksana Tugas (Plt).

Artinya, tugas diemban sebelumnya oleh Walikota akan diambil alih sepenuhnya oleh Wakil Walikota. “Ada prosesi penyerahan bendera Kota Mataram. Ini sebagai simbol melanjutkan tugas Walikota,” kata Mashun.

Penjemputan dan pelepasan orang nomor satu di Kota Mataram ini merupakan tradisi. Hal semacam ini juga dilakukan saat Pilkada 2015 lalu. Mashun tidak berani memastikan berapa ratus atau ribu masyarakat yang akan mengantarkan Walikota dari Pendopo ke kediamanannya di Dasan Agung. Yang jelas, Pemkot tengah mempersiapkan seluruhnya.

Setelah cuti kampanye apakah ada prosesi kembali seperti di tahun 2016 lalu? Dikatakan Mashun, akan melihat seperti apa perkembangan nantinya. Pihaknya akan menunggu sesuai arahan Plt Walikota dan Sekda. (cem)