Walikota Mataram Imbau Siswa Tak Rayakan Hari Valentine

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh melarang seluruh siswa di Mataram  untuk merayakan Hari Valentine yang diselenggarakan setiap tanggal 14 Februari. “Tidak boleh ada perayaan untuk anak – anak sekolah,” kata Walikota, Senin, 12 Februari 2018.

Perayaan Valentine bukanlah tradisi atau budaya masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diminta mengingatkan siswa, agar jangan menggelar kegiatan yang mengganggu jadwal sekolah mereka.

Walikota menambahkan, larangan itu nanti akan dipertegas dengan membuat surat edaran. “Nanti ada surat edaran untuk itu,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram, H. Sudenom juga menegaskan bahwa seluruh sekolah yang berada di bawah lingkup Dikbud Kota Mataram tidak boleh merayakan kegiatan tersebut. Pemberitahuan pelarangan Perayaan Hari Kasih Sayang itu, telah disampaikan saat rakor dengan kepala sekolah.

“Sebelum ini dipertanyakan, saya sudah bahas itu dengan seluruh kepala sekolah,” tandasnya.

Sudenom menilai, perayaan Hari Valentine lebih banyak mudaratnya. Artinya, kalangan remaja keluar hura – hura dan melakukan aktivitas di luar kewajaran. Dia bersyukur siswa – siswi SMP tidak terlalu menghiraukan hal itu dibandingkan siswa SMA.

“Euforia tidak ada di SMP. Ada tapi tidak terlalu banyak dibandingkan anak SMA,” tandasnya.

Dikatakan Sudenom, sekolah diminta tetap mengawasi aktivitas peserta didik mereka. Bila perlu merazia bilamana ditemukan aroma Perayaan Hari Valentine di sekolah. Dia menyarankan agar sekolah menyiapkan sanksi bagi siswa yang merayakan kegiatan tersebut.

“Sanksi sosial saja. Kalau ada saat apel dipanggil oleh gurunya, agar tidak merasa bersalah atau memanggil orangtua,” demikian ujarnya. (cem)