Pemkot Mataram Bantah Ada Politisasi Proyek

Mataram (Suara NTB) – Pelaksana Tugas (Plt) Bagian Layanan Pengadaan Setda Kota Mataram, Ir. Moh. Suryadi menegaskan bahwa tidak ada politisasi maupun intervensi terhadap tender proyek di Kota Mataram. Dinamika politik sama sekali tidak mempengaruhi proses pengadaan barang dan jasa.

“Tidak ada pengaruh politik dengan tender. Kita berjalan normal saja,” tegas Suryadi ditemui, Kamis, 25 Januari 2018.

Tudingan masyarakat maupun lembaga lainnya dinilai sebagai hal yang wajar. Pihaknya berusaha melaksanakan proses tender dengan profesional, pemeriksaan dokumen teliti dan tanpa intervensi dari pihak manapun.

Baca juga:  Inspektorat Ingatkan Kontraktor Waduruka

Bahkan kata Suryadi, pelaksanaan tender di 2017 telah dievaluasi. Untuk tahun ini, akan dilakukan percepatan pelaksanaan. Dokumen lelang dari organisasi perangkat daerah semaksimal mungkin dipercepat pelelangannya. “Dari awal saya minta dipercepat,” tandasnya.

Penumpukan pekerjaan pada akhir tahun dihindari. Ini dikhawatirkan terutama paket proyek nilainya besar berpengaruh terhadap kualitas. Kontaktor akan dirugikan karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Suryadi menambahkan, seluruh program di masing – masing organisasi perangkat daerah belum secara keseluruhan masuk pada sistem informasi rencana umum pengadaan. “Ada yang masuk separuh, kemudian hilang lagi,” akunya.

Baca juga:  Tiga Proyek Strategis di NTB akan Dijamin BUMN

Satu dokumen tender proyek telah diterima yakni pengembangan pembangunan gedung milik Badan Keuangan Daerah (BKD). Nilai proyeknya Rp 1,5 miliar. Dokumen ini telah masuk awal Januari. Tetapi, pihaknya ragu memproses karena belum menerima surat keputusan (SK) sebagai pelaksana tugas Kabag Layanan Pengadaan.

“Sekarang sudah diproses. SK Pokja sudah ada. Insya Allah, dalam waktu dekat ini sudah bisa kita tampilkan,” demikian kata Suryadi. (cem)