Penyebaran DBD Paling Parah di Lima Kelurahan di Mataram

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan mencatat dari 50 kelurahan di Kota Mataram, terdapat lima kelurahan paling parah penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman menjelaskan, deman berdarah akibat gigitan nyamuk aedes aegypti hingga November mengalami penurunan dari tahun sebelumnya 900 lebih menjadi 439 kasus.

Penurunan ini terlihat dari tingkat kesadaran masyarakat. “Alhamdulillah, sekarang kita hanya 439 kasus. Turun dari tahun sebelumnya 900 kasus lebih. Iya, mudah – mudahan saja ndak naik lagi,” kata Usman dikonfirmasi pekan kemarin.

Baca juga:  Pemda Lobar Belum Berlakukan KLB DBD

Usman mengklaim, tidak ada korban meninggal akibat DBD. Ini tidak terlepas dari kesiapsiagaan petugas dan kesadaran masyarakat mengecek kesehatan mereka. Kata dia, temuan kasus di lapangan ada lima kelurahan paling parah penyebaran DBD atau kategori zona merah. Angkanya lebih dari 15 kasus. Di antaranya, Kelurahan Pagutan Barat, Pagutan dan Pagesangan Barat.

Sementara itu, yang kategori sedang penyebaran di Kelurahan Pagesangan, Sapta Marga, Turida dan Mandalika. Zona putih atau masih terbebas dari serangan nyamuk aedes aegypti Kelurahan Dasan Agung Baru, Cilinaya, Dasan Cermen dan Cakra Selatan Baru. “Mudah – mudahan ndak penambahan lagi,” harap dia.

Baca juga:  Sejumlah Wilayah di Lobar Endemis DBD

Menurut dia, yang bisa dilakukan adalah dengan nihil jentik nyamuk. Polanya dengan rutin melakukan pola hidup sehat dan menerapkan 3M. Di samping itu, masyarakat rutin membersihkan lingkungan terutama tumpukan sampah, agar tidak ada genangan. Pola seperti itu diyakini Usman dapat mencegah penyebaran DBD.

“Tidak dari sini saja. Karena, penyakit ini bisa datang dari luar lewat penyebaran,” demikian kata dia. (cem)