Tanggapan Pemkot Soal Kemungkinan Mantan Pekerja Alexis Masuk Mataram

Mataram (Suara NTB) – Ditutupnya aktivitas Hotel Alexis oleh Pemprov DKI Jakarta, diduga menyiapkan pekerja seks komersil. Pemkot Mataram mengkhawatirkan mereka eksodus dan memilih NTB khususnya Kota Mataram sebagai persinggahan. Sebab, tidak menutup kemungkinan NTB sebagai daerah pariwisata jadi tujuan eks pekerja Alexis.

Kepala Bidang Trantibum dan Linmas Sat. Pol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati, Kamis, 9 November 2017 mengungkapkan, setiap daerah termasuk Kota Mataram sudah melakukan pemantauan terhadap penutupan Hotel Alexis di Jakarta.

Pemantauan tersebut dilakukan secara bersamaan dengan aparat penegak Perda di seluruh Indonesia. Untuk di NTB khususnya Mataram belum ada masuk. Kalaupun ada, cenderung masih orang – orang lama.

“Tetap kita pantau. Kebetulan saya punya grup WA dari Sat Pol PP se Indonesia. Kita

tetap koordinasi,” kata Bayu. Informasinya, pengawasan secara melekat juga dilakukan di wilayah lingkar Jabodetabek. Menurutnya, tidak ada laporan mengenai eksodusnya eks pekerja Alexis.

Bayu menambahkan, hampir setiap malam dilakukan pemantauan terhadap hiburan malam. Namun, masih seperti biasa saja. Malah informasi dari rekan – rekannya yang pernah bekerja di Alexis. Mereka memilih pindah ke kota – kota besar di Sumatera dan Sulawesi. “Masih seperti biasa saja,” ucapnya.

Bayu mengaku tetap akan mewaspadai hal tersebut. Dalam waktu dekat, tim terdiri dari Satpol PP, Polres, TNI, BNN dan Imigrasi telah menyusun jadwal operasi gabungan. Skala prioritas didahulukan dalam penertiban pelanggaran miras tradisional dan PKL liar.

“Tuak dan PKL liar ini dulu kita selesaikan. Baru kemudian kita sasar hiburan malam,” terangnya. (cem)