Pemkot Razia Juru Parkir, Ini Temuannya

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perhubungan Kota Mataram merazia sejumlah juru parkir (jukir) di Jalan Airlangga Kelurahan Gomong, Senin, 16 Oktober 2017. Petugas menemukan masih marak jukir tidak menggunakan atribut dan karcis. Penyisiran petugas parkir bersama Sat. Pol PP dalam rangka penegakan aturan.

Di hari pertama penertiban, Dishub menyisir di 10 titik parkir. Rata – rata petugas menemukan jukir membandel tidak menggunakan atribut dan karcis. Penggunaan atribut seperti rompi, kartu pengenal ini sebagai bagian dari pelaksanaan Perda. Sebab, pola ini memudahkan untuk mengidentifikasi jukir legal dan ilegal.

Karcis parkir salah satu bukti transaksi. Dishub bisa mengidentifikasi atau menghitung pendapatan jukir dengan jumlah karcis yang terpakai. “Ada tidak gunakan rompi, ID card dan karcis,” kata Kadis Perhubungan Kota Mataram, Drs. H. Khalid.

Baca juga:  Banyak Jukir Tidak Nyetor ke Pemkot

Dishub secara persuasif mengingatkan jukir agar kembali menggunakan atribut dan memberikan karcis ke pelanggan. Menurutnya, pendistribusian karcis oleh UPTD Perparkiran sejak lama dilakukan. Bahkan, beberapa kali harus mencetak. Fakta di lapangan tidak dilaksanakan oleh jukir.

Kendalanya, petugas tidak memberikan atau sebaliknya masyarakat enggan menanyakan karcis. “Kalau parkir  kita minta masyarakat minta karcis. Jangan bayar parkir kalau tidak ada karcis dari jukir,” perintahnya. Khalid menegaskan, implementasi terhadap Perda maupun Perwal retribusi parkir secara bertahap diterapkan.

Baca juga:  Izin Pengelola Parkir RSUD Mataram Sebaiknya Dicabut

Di satu sisi diakui, penegakan aturan berdasarkan saran atau masukan Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito, agar menertibkan jukir ilegal yang berpotensi terjadi kebocoran pendapatan asli daerah. “Ini kita jalankan sesuai saran Pak Sekda,” katanya.

Khalid sedang berusaha melakukan pembenahan. Pembenahan akan dimulai dari internal kemudian secara keseluruhan menata jukir di Kota Mataram. Menurutnya, ini tidak mudah tetapi harus bertahap dilaksanakan tentu dengan ketersedian personel. (cem)