Ribuan Peserta Ikuti Mataram Bersepeda Gowes Pesona Nusantara

Mataram (suarantb.com) – Ribuan peserta mengikuti Mataram Bersepeda Gowes Pesona Nusantara (GPN) yang dirangkaikan dengan Gala Kelurahan Kota Mataram, Minggu 9 Juli 2017. Pelepasan para peserta ini dilakukan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh bersama Wakil Walikota, H. Mohan Roliskana, dan Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi. GPN 2017 sendiri merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara nasional dengan trek menyambung melewati 90 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi bersama Asisten Deputi Olahraga Pendidikan Kemenpora RI, Arifin Majid menerbangkan balon sebagai tanda pelepasan peserta Mataram Bersepeda Gowes Pesona Nusantara dan Gala Kelurahan, Minggu, 9 Juli 2017.

Kegiatan ini diluncurkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nachrowi. Khusus di Kota Mataram, GPN 2017 dan Gala Kelurahan kemudian dirangkaikan dengan kegiatan serupa yang telah beberapa kali digelar di Kota Mataram, yaitu Mataram Bersepeda.

GPN 2017 di Kota Mataram sedianya akan dihadiri langsung oleh Menpora Imam Nachrowi. Namun menurut Asisten Deputi Olahraga Pendidikan Kemenpora RI, Arifin Majid, Menpora berhalangan hadir karena ada agenda lain yang tidak kalah penting di pusat. Mewakili Menpora, Arifin Majid menyampaikan GPN 2017 dan Gala Kelurahan atau disebut sebagai Gala Desa bila kegiatan dilaksanakan di wilayah kabupaten, merupakan bagian dari program unggulan dalam Gerakan #AyoOlahraga yang tengah digalakkan Kemenpora RI. Tujuannya menjadikan olahraga sebagai bagian penting bagi setiap individu di Indonesia demi meningkatkan kualitas hidup manusia.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana saat menyerahkan simbol tanah dan air kepada Asisten Deputi Olahraga Pendidikan Kemenpora RI, Arifin Majid yang kemudian simbol tersebut diarak keliling kota.

Kegiatan GPN 2017 menurut Arifin, dilaksanakan secara serentak di empat titik terluas di Indonesia. Yaitu Sabang, Merauke, Atambua, dan berakhir di Magelang Jawa Tengah. “Menempuh jarak lebih dari 5 ribu kilometer,” sebutnya.

Sementara itu, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan pihaknya menyambut baik pelaksanaan GPN 2017 dan Gala Kelurahan di Kota Mataram. Ia juga mengapresiasi diadakannya Gala Kelurahan dimana 50 kelurahan yang ada di Kota Mataram akan berkompetisi di enam cabang olahraga melalui koordinasi masing-masing kecamatan.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana saat menyerahkan simbol tanah dan air kepada Asisten Deputi Olahraga Pendidikan Kemenpora RI, Arifin Majid yang kemudian simbol tersebut diarak keliling kota.

Ahyar juga mengaku bangga dengan dilibatkannya Kota Mataram sebagai salah satu kota yang menjadi titik lepas GPN 2017 sebelum mencapai puncak di Candi Borobudur Magelang pada peringatan Hari Olahraga Nasional tanggal 9 September 2017 mendatang. Mengingat GPN 2017 merupakan sarana untuk menguatkan minat olahraga bagi masyarakat, sekaligus membangun rasa persatuan sekaligus kecintaan terhadap tanah air.

“Terlebih sebentar lagi pada tanggal 31 Agustus 2017 Kota Mataram akan memperingati HUT ke-24”, ujarnya.

Sebelum melepas secara bersama-sama peserta GPN 2017 dengan prosesi pelepasan balon, terlebih dahulu dilakukan prosesi adat “Cinta Tanah Air” yang ditandai dengan penyerahan simbol tanah dan air yang diambil dari wilayah Kota Mataram oleh para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Mataram kepada walikota dan wakil walikota. Simbol tanah dan air tersebut kemudian diberikan kepada perwakilan Kemenpora RI.

Simbol tanah dan air tersebut selanjutnya diarak keliling Kota Mataram oleh 24 orang pemuda yang merupakan implementasi semangat HUT Kota mataram ke-24 pada Agustus mendatang. Arakan simbol air dan tanah ini dikuti lebih dari seribu orang peserta GPN 2017 dengan mengendarai sepeda. Prosesi adat “Cinta tanah Air” tersebut dimaknai sebagai sebuah wujud kecintaan dan simbol kebulatan tekad masyarakat Kota Mataram dan NTB pada umumnya dalam menjunjung tinggi NKRI. (ynt/*)