2018, Terminal Mandalika akan Direvitalisasi

Mataram (Suara NTB) – Terminal Mandalika merupakan bangunan lama yang dinilai tak lagi representatif. Setelah pengelolaannya dialihkan ke pemerintah pusat, rencananya akan dilakukan revitalisasi pada 2018 mendatang. Revitalisasi ini dalam rangka mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah bagian selatan.

“Ini terkait dengan KEK kita. Kawasan Ekonomi Khusus di Mandalika itu,” ujar Koordinator Terminal Mandalika, Shaiful Jihad, ST.,M.Eng.,M.Sc kepada Suara NTB. Dalam KEK Mandalika, terminal termasuk salah satu infrastruktur pendukung yang cukup vital.

Karena itulah program revitalisasi terminal masuk dalam prioritas. Revitalisasi ini disampaikan Shaiful salah satunya dengan renovasi total area terminal. “2018 prioritas. Jumlah terminal yang diambil alih pemerintah pusat itu 97 terminal, nah untuk prioritas di tahun 2018 yang akan diperbaiki itu yang dibagusin termasuk Terminal Mandalika,” jelasnya.

Baca juga:  Sarat Penumpang, Pelayaran Badas-Surabaya Jadi Andalan

Dalam perombakan total tersebut, konsep penataan terminal akan dibuat lebih modern. Pihaknya ingin konsep terminal sama dengan bandara dimana area kedatangan maupun keberangkatan dipisah dan ditata sedemikian rupa sehingga lebih rapi dan tertata. Dengan demikian para penumpang bisa lebih nyaman. Hal ini salah satunya untuk mendukung perkembangan pariwisata di daerah ini.

“Selain mirip bandara, karena memang (sasaran) konsumennya untuk bus AKAP itu menurun seiring dengan bertambah murahnya (tiket) pesawat. Jadi kita harus buat inovasi baru, kemana mau dibawa terminal. Mau diarahkan kemana. Kalau sesuai KEK ini kita arahkan fokus ke wisata,” jelasnya.

Baca juga:  Gubernur Resmikan Pelayaran Langsung Badas-Surabaya

Jika ke depan konsep dan sistem telah terbangun dengan baik, Shaiful berharap di Terminal Mandalika juga akan mangkal bus-bus wisata mewah. Selain itu ia juga ingin di terminal ada gerai-gerai makanan siap saji. “Itu cita-cita sih. Semoga kesampaian. Tunggu dulu renovasinya 2018 ini dan baru mulai kita kembangkan ke arah sana. Kalau sekarang belum bisa,” jelasnya.

Anggaran revitalisasi ini ditanggung sepenuhnya Kementerian Perhubungan. Namun Shaiful mengaku belum mau membocorkan berapa dana yang dibutuhkan untuk revitalisasi ini. Pihaknya saat ini telah menyusun desain rincian teknis atau DED.

“Nanti kalau sudah fix. DED-nya sudah ada. Kontraknya bagaimana, yang ngerjain siapa, kan baru kelihatan dananya berapa nanti,” jelasnya. (ynt)