Puluhan Rumah di Kelurahan Jempong Baru Terendam Banjir

Mataram (Suara NTB) – Hujan deras yang melanda seluruh wilayah Kota Mataram sejak siang hingga malam ini menyebabkan munculnya genangan dan banjir di beberapa titik. Salah satu wilayah yang terdampak ialah Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Di wilayah ini, puluhan rumah terendam.

Hal ini disampaikan Lurah Jempong Baru, Mohamad Yusuf kepada Suara NTB, Senin, 12 Juni 2017. Yusuf menyebutkan ada dua lingkungan di wilayahnya yang tergenang banjir yaitu Mapak Dasan dan Mapak Belatung. Sampai petang ini, Yusuf mengatakan ketinggian air mencapai pusar orang dewasa atau sekitar setengah meter. Dan air juga sampai masuk ke dalam rumah warga.

Ia menyampaikan penyebab banjir yang melanda wilayahnya karena belum adanya tanggul di perbatasan Lombok Barat-Mataram. Di perbatasan yang masuk wilayah Kabupaten Lombok Barat telah ditanggul, sementara yang masuk wilayah Kota Mataram belum dibuatkan tanggul sehingga air dari wilayah hulu mengalir deras ke wilayah Mataram. Akibatnya air meluap dan menggenangi rumah warga.

Baca juga:  Tiga Daerah di NTB Terancam Banjir Bandang

Jumlah rumah di dua lingkungan yang terdampak banjir ini disebutkan Yusuf sekitar 30-50 unit. “Saya belum cek benar ini,” ujarnya. Saat dihubungi, Yusuf mengatakan belum ada tanda-tanda air akan surut. Pasalnya arus air yang datang cukup deras dan kencang. “Belum ini, masih kencang arusnya,” ujarnya.

Petang tadi, ia juga mengaku belum berkoordinasi dengan BPBD Kota Mataram. Pasalnya ia sibuk turun ke dua lingkungan tersebut mengecek dan mendata berapa sebenarnya rumah warga yang terdampak. “Saya belum berkoordinasi dengan BPBD karena saya masih lihat berapa yang terdampak. Nanti saya hubungi BPBD,” kata dia.

Baca juga:  Tiga Daerah di NTB Terancam Banjir Bandang

Untuk mencegah air semakin tinggi menggenangi permukiman warga, pihaknya memerlukan bantuan karung yang digunakan sebagai tanggul sementara. “Saya minta karung sama BPBD nanti,” ujarnya. Bukan kali ini saja Kelurahan Jempong Baru terendam banjir. Pada Februari lalu ratusan rumah di Lingkungan Mapak Indah juga terendam banjir. Waktu itu ketinggian air mencapai setengah meter dan masuk ke dalam rumah warga. Saat itu langsung dilakukan pembongkaran saluran yang tertututp beton dengan menggunakan ekskavator untuk melancarkan aliran air ke laut. (ynt)