Operator Ojek ’’Online’’ Diimbau Koordinasi dengan Kominfo

Mataram (Suara NTB) – Dalam beberapa bulan terakhir, ojek berbasis daring (online) telah merambah wilayah operasinya ke Kota Mataram. Bahkan tak hanya satu operator, tapi ada beberapa operator ojek daring yang beroperasional di kota ini. Untuk menghindari berbagai persoalan seperti yang terjadi di beberapa daerah, para operator ojek daring ini diimbau agar segera berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Demikian disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram, Drs. H. Lalu Junaidi.

“Kita imbau melalui media supaya ada koordinasi supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan,” Jelasnya, Rabu, 12 April 2017. Sejauh ini Junaidi mengakui belum ada operator ojek daring yang berkoordinasi dengan pihaknya.

Fenomena munculnya angkutan publik berbasis aplikasi ini menurutnya tak bisa dihindari. Hal ini juga erat kaitannya dengan pilihan masyarakat atau para pengguna transportasi. “Ini merupakan sesuatu yang tak bisa kita hindari. Namun demikian segala sesuatu kalau tidak diatur akan menjadi sesuatu yang kontraproduktif dan tidak kondusif karena sebelumnya ada angkutan-angkutan reguler,” jelasnya.

Baca juga:  Pemkot akan Tambah CCTV di Perempatan Jalan

Pihaknya tidak ingin muncul gesekan karena adanya persaingan usaha antara ojek konvensional dengan daring. Seperti yang juga kerap terjadi di daerah-daerah lain dalam beberapa waktu terakhir ini. “Ini nanti bukan akan membuat kemaslahatan bagi masyarakat. Tapi sebaliknya akan menjadi kemudaratan,” jelasnya. Karena itulah harus diantisipasi dengan berbagai regulasi.

Antisipasi ini juga tak hanya dilakukan Dinas Kominfo kaitannya dengan aplikasi atau teknologi informasi, tapi juga dinas terkait lainnya seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dari sisi angkutannya. Junaidi juga akan berkoordinasi dengan Dishub perihal ojek daring ini. “Hal-hal semacam ini bagi kita, bagi masyarakat harus disikapi dengan bijak. Kami dalam hal ini juga mengharapkan pihak yang melaksanakan kegiatan untuk IT atau aplikasi ojek ini tentunya harus ada koordinasi dengan baik dengan pihak-pihak terkait baik Kominfo maupun Perhubungan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan,” paparnya.

Baca juga:  Pemkot Ingin Angkot Kembali Beroperasi

Memang dengan adanya transportasi berbasis daring ini akan memudahkan masyarakat. Namun jika tak diatur, maka dapat muncul gejolak di tengah masyarakat. “Dapat memberikan sesuatu yang tidak baik bagi masyarakat,” ujarnya. (ynt)