Parade Ogoh-ogoh, Begini Strategi Pengalihan Arus Oleh Polisi

Mataram (Suara NTB) – Parade Ogoh-ogoh akan meramaikan rangkaian Hari Raya Nyepi 2017 di Mataram hari ini. Kepolisian merekayasa lalu lintas sejumlah jalan protokol. Kepadatan peserta dan penonton diprediksi akan menimbulkan kemacetan. Masyarakat diimbau untuk mengambil jalan alternatif.

Polres Mataram menutup Jalan Pejanggik, mulai depan Kantor Gubernur sampai simpang empat Karang Jangkong, Cakranegara dimana para peserta mempersiapkan diri. Termasuk Jalan Pejanggik di depan Mataram Mall hingga simpang empat Mayura yang merupakan jalur utama parade. Pun dengan Jalan Bung Karno dan Jalan Bung Hatta yang membelah Jalan Pejanggik.

“Bagi masyarakat kita imbau untuk mencari jalan alternatif,” kata Kapolres Mataram, AKBP Muhammad. Selain itu, penutupan jalan juga dilakukan sepanjang Jalan Panca Usaha menuju Jalan Catur Warga. Penutupan jalan itu berlaku mulai sekitar pukul 10.00 Wita hingga berakhirnya parade pada Senin sore.

Masyarakat Mataram dapat mengambil jalur alternatif melalui Jalan Udayana; Jalan Jenderal Sudirman, Rembiga; Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Dr Soetomo, Jalan Pariwisata; Jalan Ahmad Yani, Sayang-sayang; Jalan Airlangga, Gomong; Jalan Majapahit, Jalan Sriwijaya, dan Jalan Brawijaya.

Kapolres juga mengimbau agar masyarakat turut menjaga keamanan dan toleransi antar umat beragama. Mataram, lanjut dia, adalah etalase kerukunan dalam keberagaman.

“Kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, marilah kita saling toleransi antar umat beragama,” ajak Muhammad.

Parade Ogoh-ogoh akan ditutup dengan atraksi tradisi Perang Api. Polres Mataram menerjunkan sekitar 750 personel. Jumlah personel tersebut  akan di backup  Polda NTB dan Polsek jajaran.

Sejumlah personel itu juga akan  bersiaga memberikan pengamanan selama perayaan Nyepi yang jatuh pada Selasa (28/3/2017). Berkoordinasi dengan pecalang dan pemuka agama Hindu demi mewujudkan kenyamanan dalam menjalankan ibadah. (why)