Tertibkan Iklan Rokok, Pemkot Mataram Dilematis

Mataram (suarantb.com) – Maraknya iklan rokok di sekitar lingkungan sekolah belum lama ini dikritisi sejumlah pihak. Hal itu dinilai tak sejalan dengan pencanangan Mataram sebagai Kota Layak Anak (KLA). Pasalnya salah satu indikator KLA ialah kota bebas dari iklan rokok.

Namun Pemkot Mataram merasa dilematis menertibkan iklan rokok ini. Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengatakan iklan atau reklame merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara reklame di kota ini didominasi produk rokok. “Cukup dilematis juga,” katanya kepada suarantbcom, Kamis, 2 Maret 2017.

Sementara itu, ketika merujuk pada aturan, daerah pun memberikan izin untuk pemasangan iklan rokok. Artinya ada regulasi yang membolehkan iklan rokok. Di sisi lain, sejumlah pihak memprotes banyaknya iklan rokok yang terpasang di sekitar lingkungan sekolah. Jika dibiarkan, hal ini akan beimbas pada perkembangan anak, karena mereka memilki daya tarik yang kuat untuk mencoba.

Mohan mengungkapkan langkah yang dapat dilakukan sementara adalah dengan mengurangi sejumlah iklan rokok. Proses pengurangan iklan rokok dilakukan dengan mempertimbangkan aturan yang membolehkannya. “Yang kita butuhkan ialah kebijakan politis di daerah,” jelasnya.

Pengurangan iklan rokok akan dilakukan di sejumlah titik yang memiliki efek langsung dapat mempengaruhi anak dan pelajar. Terutama di lingkungan pendidikan, seperti sekolah dan perguruan tinggi. Perokok dari kalangan remaja dan pelajar jumlahnya cukup banyak.

Untuk mewujudkan KLU juga dibutuhkan aksi nyata. “Ada langkah konkret yang harus dilakukan,” tuturnya. Selain itu dibutuhkan komitmen yang kuat untuk merealisasikan Mataram menjadi KLA. (anh)