Jadi Objek Wisata, Pasar Kebon Roek Segera Ditata

Mataram (suarantb.com) – Pasar Kebon Roek, Ampenan kerap dikunjungi wisatawan asing baik untuk berbelanja maupun sekadar melihat aktivitas perdagangan masyarakat lokal. Pasar tradisional yang berada di jalur strategis Mataram-Senggigi menjadi salah satu pilihan objek wisata bagi turis asing. Itulah salah satu alasan Pemkot Mataram merencanakan penataan pasar tersebut yang segera dilaksanakan tahun ini.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. “Ini pasar tradisional yang selalu dijadikan objek wisata. Kalau turis mau lihat pasar tradisional bagaimana, mereka selalu berkunjung ke Pasar Kebon Roek. Untuk itulah kita berkepentingan untuk segera melakukan penataan,” jelasnya.

Selain SDM pengelola Pasar Kebon Roek yang telah dirombak akhir Desember 2016 lalu, pihaknya juga ingin ada perubahan secara fisik dalam pasar tersebut. Dengan demikian bangunan pasar menjadi lebih rapi dan para pedagang yang jumlahnya terus bertambah menjadi lebih tertata.

Baca juga:  Investor Paparkan Rencana Penataan Pasar Kebon Roek

“SDM di sana sudah kita coba lakukan perombakan. Di sisi lain harus ada dukungan secara fisik di sana di dalam kawasan pasar itu,” ujarnya.

Sejak beberapa tahun terakhir, lantai dua pasar tersebut jarang difungsikan karena banyak pedagang yang enggan berjualan di lantai atas. Inilah salah satu alasan penataan agar bangunan lantai dua dapat dimanfaatkan. Mohan mengatakan salah satu bentuk penataan ialah menyediakan akses atau tangga yang langsung terhubung dengan lahan parkir sehingga lebih memudahkan para pedagang maupun konsumen.

“Kita akan buatkan tangga yang mengakses langsung ke lantai dua. Jadi langsung dari parkir akan langsung mengakses ke lantai dua. Kalau langsung ada akses ke lantai dua dari parkir, maka akan memudahkan para konsumen untuk naik dan pedagang juga tidak keberatan lagi untuk memanfaatkan lantai dua itu,” jelasnya.

Baca juga:  Kinerja Kepala Pasar akan Dievaluasi

Rencana penataan ini juga telah dikaji dari sisi efisiensi anggaran dan efektivitas kegunaan pasar. Mohan mengatakan dengan konsep penataan seperti ini, maka pemanfaatan lahan parkir bisa lebih optimal sehingga tak ada lagi kendaraan terparkir di pinggir jalan. Dengan program penataan ini, rencana relokasi pasar ke Kebon Talo tetap berjalan. Namun relokasi sebagai rencana jangka panjang karena saat ini Pemkot Mataram masih mencari sumber pendanaan pembangunan pasar. (ynt)