Ini Penuturan Nelayan di Ampenan yang Sebulan Tak Melaut Akibat Cuaca Buruk

Mataram (suarantb.com) – Hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda wilayah NTB sejak Januari lalu, berimbas pada meruginya para nelayan di daerah ini  karena tidak dapat melaut.

“Saya sudah sebulan ndak melaut, sebenarnya ada saja yang masih melaut, tapi saya ndak mau ambil resiko karena bahaya sekali. Kalau ndak melaut ya rugi gini, kondisi ekonomi semakin susah,” ungkap Suherman (31), salah satu nelayan di Lingkungan Pondok Perasi, Ampenan, Selasa, 7 Februari 2017.

Suherman menuturkan  sebagian nelayan yang tetap memutuskan untuk melaut, biasanya akan hijrah ke wilayah senggigi. Hal tersebut karena kondisi angin dan gelombang di daerah Senggigi dinilai lebih baik dibanding Ampenan. Namun, banyak dari nelayan tersebut yang akhirnya memutuskan untuk tidak melaut karena kondisi cuaca semakin buruk hampir di setiap wilayah.

Baca juga:  Pusat Tambah Tenaga Pendamping Keluarga Miskin di NTB

Umumnya, para nelayan yang ‘libur’ melaut tersebut akan berusaha mencari pekerjaan sampingan untuk dapat menutupi kebutuhan harian mereka saat tidak melaut. “Saya sama teman-teman lain akhirnya cari kerjaan sampingan, kadang kalau ada kerjaan ya jadi buruh,” ungkap Suherman.

Odah, istri Suherman juga mengakui sulitnya kondisi ekonomi mereka karena sang suami tidak bisa melaut. Untuk mencukupi kebutuhan harian, ia mengaku bergantung pada Koperasi Nelayan yang dikelola para nelayan setempat. “Saya pasti pinjam ke koperasi, kadang Rp 250-300 ribu, kalau ndak gitu susah mbak,” ujar Ibu dua orang anak tersebut.

Baca juga:  Rumah Warga Miskin di NTB akan Dipasangi Stiker

Sementara saat ditemui di tempat lain, para istri nelayan yang sedang mengemas ikan  tongkol mengaku, bahwa ikan-ikan tersebut umumnya didatangkan dari luar daerah, kebanyakan dari Jakarta. Karena mayoritas nelayan setempat tidak melaut selama kondisi cuaca buruk.

“Ikan-ikan ini dari Jakarta semua, suami saya sudah 25 hari ndak melaut, gelombang tinggi sekali, jadi banyak yang rugi. Tunggu cuaca membaik baru melaut lagi” Ujar Armen, salah seorang istri nelayan. (hvy)