Gara-gara Banjir, Proyek Hutan Kota Putus Kontrak

Mataram (Suara NTB) – Banjir yang melanda Kota Mataram pekan lalu menyebabkan proyek hutan kota di Babakan yang hampir rampung juga rusak sekitar 30 persen. Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Mataram tak melanjutkan proyek tersebut dan memutuskan kontrak dengan pelaksana setelah melakukan pembayaran sesuai dengan persentase hasil pekerjaan.

“Putus kontrak. Kita bayar sesuai pekerjaan yang sudah dihasilkan. Sudah dihitung kok itu (berapa yang harus dibayar),” ujar Kepala BLH Kota Mataram, Drs. M. Saleh kepada Suara NTB ditemui di Kantor Walikota Mataram, Jumat, 23 Desember 2016.

Ia mengatakan pekerjaan dari pelaksana proyek telah mencapai 93 persen sebelum banjir melanda dan itulah yang dibayar pihaknya.

Baca juga:  Pemprov Siap Lakukan FS Pembangunan Jembatan Lombok-Sumbawa

“Kita seharusnya PHO (Provisional Hand Over/serah terima) tanggal 15 (Desember) tapi bencana itu datang tanggal 14,” ujarnya.

Saleh mengatakan kondisi tersebut masuk kategori keadaan kahar (force majeure), dimana kerusakan proyek tersebut akibat bencana yang terjadi di luar perencanaan manusia. Kerusakan juga menurut Saleh tidak terlalu banyak, hanya 30 persen dimana banyak pohon yang baru ditanam hanyut.
“Pohon yang hanyut karena tanggul yang bobol karena airnya keras sekali,” ujarnya.

Minimnya persentasi kerusakan menjadi alasan pihaknya tidak melanjutkan proyek tersebut dan nanti kelanjutannya akan dikerjakan SKPD terkait. Setelah penerapan OPD baru mulai awal tahun depan, kemungkinan BLH tak lagi mengelola program hutan kota. Tapi program tersebut akan dialihkan ke dinas lain yaitu dinas yang menangani persoalan perumahan dan permukiman penduduk.
“Insya Allah dilanjutkan lagi tahun depan,” ujarnya.

Baca juga:  NTB Peroleh Hibah Pemeliharaan Jalan dari Australia

Persoalan ini juga telah dibahas BLH bersama pihak terkait termasuk Inspektorat Kota Mataram dan kejaksaan dua hari setelah banjir melanda. Hutan kota yang ada di Babakan ini akan diintegrasikan dengan waduk yang rencananya akan segera dibangun Pemkot Mataram.

Waduk merupakan rencana jangka panjang Pemkot Mataram dalam rangka mengatasi banjir. Keberadaan hutan kota dan waduk ini juga dapat menjadi tempat rekreasi bagi warga Kota Mataram. (ynt)