Sejumlah Tanggul Jebol Akibat Banjir

Mataram (Suara NTB) – Tingginya intesitas hujan, Rabu, 14 Desember 2016 sore menyebabkan beberapa sungai di Kota Mataram meluap. Sebanyak 11 kelurahan terendam banjir dan ratusan warga terpaksa diungsikan. Disamping itu, sejumlah tanggul jebol karena tak mampu menahan tingginya debit air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura mengungkapkan, bahwa Bidang Pengairan sedang melakukan inventarisir dan mengecek beberapa kerusakan akibat banjir, Rabu (14/12). Tetapi memang sejumlah tanggul seperti Sungai Jangkok, Ancar dan tanggul di Babakan dan Irigasi jebol.

Jebolnya tanggul tersebut akibat debit air dari hulu yang terlalu tinggi, sehingga tanggul tergerus dan tidak mampu menahan derasnya air. “Kita masih inventarisir dan laporan saya terima beberapa tanggul jebol,” kata Mahmuddin via ponselnya, Kamis (15/12).

Baca juga:  Hujan Sehari, RKB SDN 4 Gumantar Tergenang

Kerusakan ini akan dilakukan evaluasi apakah sifatnya bencana alam ataukah tanggap darurat. Pihaknya bersama Badan Penanggulangan

Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram akan turun mengecek kondisi di lapangan.

Hasil pengecekan tersebut menjadi dasar penanganan. Apakah melalui anggaran tanggap darurat atau dana tanggap bencana. “Kalau itu tidak berdampak langsung kita bisa tunggu anggaran tanggap darurat,” ujarnya.

Kerusakan tanggul lanjutnya, rata – rata 15 – 20 meter. Dinas PU belum bisa memprediksi berapa total anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki sejumlah tanggul yang rusak.

Baca juga:  Dua Mahasiswa Jadi Korban, Warga Diminta Waspadai Bencana Musim Hujan

Diberitakan sebelumnya, banjir mengepung Kota Mataram, Rabu (14/12) sore. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, 11 Kelurahan terendam banjir diantaranya, Kelurahan Kekalik Jaya, Ampenan Utara, Cakra Selatan Baru, Abian Tubuh, Cakra Utara, Karang Baru, Babakan, Pejanggik, Karang Taliwang dan Pejarakan.

Dua kelurahan paling parah yaitu Babakan dan Kekalik Jaya. Ketinggian air mencapai dua meter. Ratusan warga di Kelurahan Kekalik diungsikan ke masjid dan sejumlah rumah warga. Sejumlah rumah dan barang berharga milik masyarakat rusak. (cem)