Kebakaran Ponpes Bidayatul Hidayah Ampenan Diduga Akibat Arus Pendek

Mataram (suarantb.com) – Pondok Pesantren (ponpes) Bidayatul Hidayah di Ampenan, Mataram dilalap si jago merah. Kejadian terjadi pukul 11.30 Wita, Sabtu 1 Oktober 2016. Sebanyak 5 ruang kelas dan satu ruang arsip rata ludes terbakar.

Kapolsek Ampenan, Kompol R Sudjoko Aman, saat ditemui di lokasi kebakaran mengatakan dugaan sementara, api muncul dari atas plafon bangunan salah satu ruang kelas di ponpes tersebut. Api kemudian menyambar ruang lainnya.

“Dugaan sementara kebakaran dipicu arus pendek listrik. Didukung juga dengan cuaca yang sangat panas saat ini. Namun yang jelas tidak ada korban jiwa,” ujar Sudjoko, Sabtu, 1 Oktober 2016.

Baca juga:  Pemprov Kekurangan Armada Padamkan Kebakaran TPA Kebon Kongok

Api pertama kali dilihat oleh seorang santri. Api muncul dari atas plafon bangunan yang kebetulan terbuat dari bedek. Kemudian, semua penghuni ponpes berusaha memadamkan api dengan cara menyiramnya menggunakan ember.

Kebakaran

“Api diduga berasal dari plafon yang terbuat dari bedek. Saksi juga mengatakan seperti itu. Kemudian dilakukan pemadaman secara manual dengan menggunakan ember air. Dilanjutkan dengan informasi ke pihak pemadam kebakaran, sehingga dilakukan pemadaman,” jelasnya.

Baca juga:  Pj. Sekda NTB Instruksikan Biro Kesra Pantau Kebakaran TPA Kebon Kongok

Aktivitas di Ponpes Bidayatul Hidayah saat itu adalah jam istirahat, sehingga tidak ada santri yang berada di ruang kelas yang terbakar. Semua santri beraktivitas di luar lokasi kebakaran. Sementara, api dapat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 12.30 Wita.

Sementara kerugian materiil belum dapat diprediksikan. Dikarenakan salah satu ruang arsip menyimpan beberapa unit komputer, dan juga pada beberapa ruang kelas menyimpan kitab langka yang didatangkan langsung dari Arab Saudi. (szr)