Jumlah Pemohon Administrasi Kependudukan Turun 30 Persen

Mataram (suarantb.com) – Jumlah pemohon administrasi kependudukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram turun 30 persen. Warga yang datang untuk pengurusan berbagai dokumen kependudukan menurun sejak usai libur Lebaran awal pekan kemarin. Demikian disampaikan Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram, Drs. H. Ridwan, Rabu, 13 Juli 2016.

Kendati pemohon sepi, tapi pelayanan tetap berjalan seperti biasa. “Pelayanan tetap, tapi warganya yang belum banyak. Sampai hari ini (kemarin), persentasenya turun sekitar 30 persen sejak setelah Lebaran,” jelasnya.

Sepinya pemohon ini menurut Ridwan karena masih terbawa suasana libur. Apalagi kemarin saat perayaan Lebaran Topat, warga yang datang hanya sedikit, kurang dari lima persen. Jika pada hari-hari biasanya, dalam sehari ia bisa menandatangani ratusan dokumen kependudukan, namun belakangan ini hanya beberapa puluh saja.

“Mungkin besok mulai ramai lagi. Kalau hari ini hanya sekitar lima persen warga yang datang mengurus. Sekarang walaupun sepi tapi anak buah tetap standby,” ujarnya. Biasanya dalam sehari pengurusan dokumen seperti KTP elektronik mencapai 100 lebih, Kartu Keluarga (KK) sekitar 100-150 warga setiap hari, dan akta kelahiran sekitar 50-100 warga per hari.

Saat perayaan Lebaran Topat kemarin, jam kerja ASN lingkup Pemkot Mataram diberikan dispensasi hanya sampai pukul 11.00. Namun lain halnya dengan Dinas Dukcapil yang bergerak di bidang pelayanan. Kendati warga yang datang tidak sebanyak hari-hari biasanya, Ridwan mengatakan para pegawainya tetap bekerja seperti biasa dan tidak ada dispensasi waktu. Sebanyak 80 orang aparatur Dinas Dukcapil tetap bekerja sampai pukul 16.00.

Front office tetap standby, ada atau tidak ada orang, tidak boleh kemana-mana mereka. Mereka juga tidak dapat dispensasi waktu, tupoksinya didahulukan. Mau Lebaran Topat atau tidak, kewajiban harus dijalankan. Warga kan tidak mau tahu, marah nanti masyarakat kalau kita semua tinggalkan tempat, susah warga nanti,” jelasnya.

Memang diakui Ridwan, saat Lebaran Topat kemarin ruang pelayanan di kantornya cukup lengang. Kendati demikian ia menyampaikan kepada stafnya agar jangan bergantung dengan jumlah pemohon yang datang. “Saya suruh Lebaran Topat di kantor saja. Dari tahun ke tahun seperti itu. Tidak ada dispensasi waktu karena tugas,” pungkasnya. (ynt)