Walikota Bima Inginkan Penanganan Banjir Terintegrasi

Muhammad Lutfi.(Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi SE, menginginkan agar penanganan banjir di Kota Bima, dilakukan dengan one system one integrated atau satu sistem satu terintegrasi.

“Kota Bima dikelilingi bukit dengan sungai yang sudah mengalami pendangkalan, sehingga perlu penanganan yang one sistem one integrated dalam mengkonstruksi persoalan banjir,” katanya.

Baca juga:  Hujan Deras di Lotim, Picu Longsor dan Genangi Kota Selong

Lutfi mengaku, dalam 10 tahun terakhir peristiwa banjir selalu terjadi di Kota Bima.  Artinya kata dia, ada perubahan lingkungan, baik perubahan fungsi lahan pertanian maupun perbukitan.

“Banjir di Kota Bima datang melalui dua arah, yakni melalui pegunungan di Kota Bima maupun di Kabupaten Bima,” katanya, Selasa, 21 Januari 2020.

Baca juga:  Tiga Jembatan Putus di Bima, Kerugian Ditaksir Rp7,5 Miliar

Dalam penanganannya, Ia menginginkan adanya penanganan banjir yang one system one integrated. Artinya penanganannya tidak secara parsial tapi betul-betul tersebut secara kolektif.

“Masyarakat yang kita relokasi perlu adanya pemberdayaan, begitu juga dengan lahan yang direlokasi atau ditinggalkan,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, Ir. Sarafuddin MM, mengatakan banjir yang terjadi di Kota Bima lebih  disebabkan gundulnya hutan. “Karena kondisi hutan kritis berdampak terjadinya banjir,” katanya.

Baca juga:  Mataram Siaga Banjir hingga 31 Maret

Dalam menaggulangi serta mencegah terjadinya banjir, Ia mengaku perlu keterlibatan serius semua pihak. Terutama konsep atau gagasan dalam penanganan banjir dan langkah pencegahannya. (uki)