Usut Dugaan Penyimpangan Dana PKBM, 45 Warga Belajar Diperiksa

Hilmi M. Prayugo dan Boimin (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Jajaran Satuan Reskrim Polres Bima Kota masih menyelidiki kasus dugaan penyelewengan dan penyimpangan dana Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Bima, Boimin, SE.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Hilmi M. Prayugo S.IK mengatakan dalam menelusuri laporan tersebut, pihaknya sudah memeriksa Warga Belajar (WB) yang jumlahnya 45 orang dan seorang tutor. “Ada 45 WB yang sudah kita periksa marathon di kantor Polsek Wera kemarin,” ujar Hilmi, Kamis,  21 November 2019.

Sebelum itu lanjut Hilmi, pihaknya juga telah memeriksa seorang pejabat teras Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima dan penilai PKBM. “Sementara untuk terlapor belum kita mintai keterangan. Nanti akan kita periksa sesuai jadwal,” katanya.

Hilmi mengaku, sampai saat ini belum ada laporan balik dari terlapor terhadap pelapor terkait tuduhan pencemaran nama baik. Kalaupun diklaim telah dilaporkan, Ia mempertanyakan dilaporkan dimana. “Jadi kapan dan dimana dilaporkan ? Karena sampai saat ini belum ada laporan yang masuk,” katanya.

Menurutnya kasus tersebut ada dugaan Boimin, pemilik PBKM Karoko Mas di Desa Nangawera Kecamatan Wera telah menyelewengkan anggaran PKBM sebanyak Rp1,08 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2018 sampai 2019.

“Dugaan penyimpangan dan penyelewengan anggaran PKBM dan Yayasan Al Madinah tahun 2018 dan 2019 sebanyak Rp1,08 miliar,” katanya. Menurut Hilmi, Boimin juga diduga memanipulasi data (fiktif) warga belajar paket B dan C PKBM. Kemudian mencaplok bengkel-bengkel yang bukan di bawah binaan PKBM Karoko Mas.

“Selain itu pengunaan dana BOP juga tidak digunakan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku,” katanya.

Terpisah, terlapor Boimin yang juga anggota DPRD Kabupaten Bima dari fraksi Gerindra, mengklaim telah melapor balik oknum yang melaporkan terkait dana PKBM tersebut. “Sudah sudah saya laporkan. Laporannya sudah diproses juga, biarkan polisi yang memprosesnya,” katanya.

Boimin menilai persoalan tersebut sebagai bentuk pencemaran baik. Bahkan ia melihat ada indikasi politik, mengingat yang melaporkan dirinya merupakan oknum kader sesama Partai. “Oknum yang melapor saya ini juga satu Dapil dengan saya. Saya anggap ini ada aroma politis,” pungkasnya. (uki)