14 Hari Operasi Zebra, 1.494 Kendaraan Ditilang di Kota Bima

Ribuan kendaraan roda dua yang ditilang selama operasi zebra 2019, diparkir di kantor Mapolres Bima Kota, Selasa,  5 November 2019. (Suara NTB/uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Satuan Polisi Lalu Lintas Maporles Bima Kota mengelar operasi zebra selama 14 hari. Tercatat, sebanyak 1.494 kendaraan ditilang. Pelanggaran didominasi pengendara roda dua.

“Operasi zebra 2019 yang dilaksanakan 14 hari dan berakhir hari ini, ada sebanyak 1.494 kendaraan yang ditilang,” kata Kasat Lantas Polres Bima Kota, Iptu Riski Ardian, SIK, Selasa,  5 November 2019.

Menurutnya dari sebanyak 1.494 kendaraan yang ditilang tersebut ada berbagai jenis pelanggaran yang dilakukan. Mulai kelengkapan surat-surat (STNK, BPKB), maupun kendaraan yang menggunakan knalpot racing.

“Dominan kendaraan roda dua. Selain ditilang, ada juga yang diberi teguran yaitu sebanyak 348,” katanya.

Selain kendaraan umum lanjutnya, pada operasi Zebra itu tersebut ada juga kendaraan dinas (Randis) yang ditilang. Yakni  1 unit Randis roda dua dan 2 unit roda tiga (motor sampah).

“Tiga unit Randis yang ditilang dan kita tahan ini adalah milik Pemerintah Kota Bima,” katanya.

Kasat Lantas mengatakan, pelanggaran dalam berlalulintas tahun ini ada penurunan jika dibandingkan dari tahun sebelumnya. Tahun lalu sebanyak 1.892 kendaraan yang ditilang.

“Ada penurunan. Saya kira ini sebagai bukti masyarakat sudah ada kesadaran dalam melengkapi surat-surat dan lainnya dalam berkendara,” katanya.

Selain menghimbau tetap mematuhi aturan lalu lintas, Riski Ardian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli kendaraan bodong ata kendaraan yang tidak memiliki surat-surat lengkap. Terutama sepeda motor.

Hal ini, menurutnya bertujuan untuk memutus mata rantai pasar penjualan motor bodong. Karena maraknya aksi pencurian sepeda motor (Curanmor) lantaran adanya pasar.

“Dengan cara tidak membeli motor bodong akan memutus mata rantai, sehingga mereka kesulitan menjual,” pungkasnya. (uki)