Anjal Asal NTT Diduga Dipaksa Mengemis dan Jadi Kuli Panggul di Pasar Amahami Kota Bima

Kepala Dinsos Kota Bima,  Muhidin A. S. Dahlan (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bima menemukan banyak anak jalanan (Anjal) asal Kabupaten Sumba Barat, NTT yang diduga dijadikan pengemis dan kuli panggul di pasar raya Amahami.

“Dua tahun terakhir ini banyak Anjal yang mengemis dan jadi kuli panggul di pasar Amahami,” kata Kepala Dinsos Kota Bima, Drs. H. Muhidin A. S. Dahlan MM, kepada Suara NTB, Selasa,  29 Oktober 2019. Dari dua tahun terakhir tersebut, lanjut Muhidin pihaknya memulangkan hampir puluhan orang ke asalnya Sumba Barat. Namun mereka kembali lagi dan melakukan rutinitas serupa.

“Tahun 2018 ada lima orang yang dipulangkan dan tahun 2019 ada puluhan. Sebelum dipulangkan kita berikan pembinaan terlebih dahulu. Tapi mereka balik lagi,” katanya.

Dalam mengurus Anjal tersebut, Muhidin mengaku pihaknya berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten Sumba Barat, sehingga Kepala Dinasnya langsung berkunjung ke Kota Bima beberapa waktu lalu. “Kita koordinasi dengan Dinsos Sumba Barat hingga datang ke Kota Bima menemui langsung warganya,” katanya.

Ia menegaskan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, banyaknya Anjal asal Sumba yang dijadikan pengemis dan kuli panggul pasar tersebut, diduga ada yang mengkoordinir. “Modusnya mereka dijanjikan sekolah. Namun sampai di Kota Bima dijadikan pengemis dan kuli panggul pasar,” katanya.

Dari hasil pemantauan tersebut lanjutnya, hingga dibawa ke ranah hukum. Bahkan ada salaseorang oknum yang membawa anak-anak Sumba Barat ke Kota Bima untuk dijadikan pengemis dan kuli panggul telah divonis penjara. “Kalau tidak salah akhir tahun 2018 lalu diproses hukum oknum ini,” katanya.

Untuk itu, Muhidin menghimbau kepada masyarakat melaporkan apabila melihat adanya anjal yang mengemis di beberapa titik di Kota Bima serta kuli panggul di pasar agar bisa diberikan tindakan. “Tindakannya memberikan pembinaan dan memulangkan mereka ke daerah asalnya,” pungkasnya. (uki)