Menuai Pro dan Kontra, Pacuan Kuda di Bima akan Terus Digelar

Para joki cilik saling berebut juara saat bertanding di arena pacuan kuda Sambinae, Kecamatan Mpunda Kota Bima, Rabu,  23 Oktober 2019. (Suara NTB/uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, menegaskan event pacuan kuda di Kota Bima akan terus digelar sampai kapanpun, meski menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Pordasi Kota Bima akan tetap memperjuangkan agar pacuan kuda yang menjadi kebanggaan warga Kota Bima tersebut tetap berlangsung mengikuti event yang ada.

Penegasan itu disampaikan Feri saat menutup event pacuan kuda memperebutkan piala Walikota Bima dan dan Pangdam IX Udayana di arena pacuan kuda, Sambinae Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Rabu,  23 Oktober 2019. “Warga Kota Bima juga tidak akan rela pacuan kuda ini ditiadakan, meskipun ada pro dan kontra,” katanya disambut tepuk tangan.

Feri mengaku pacuan kuda merupakan kebanggan warga Kota Bima. Pacuan kuda sudah menjadi warisan budaya tradisional yang ada sejak ada zaman dahulu, yang harus terus dilestarikan. “Kedepan pacuan kuda akan kita perbaiki bersama. Terutama dari segi keselamatan para joki dan lainnya,” katanya.

Feri yang juga Wawali Bima ini mengatakan event pacuan kuda yang digelar merupakan destinasi wisata. Yang diharapkan sebagai magnet untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara. “Kita ingin tidak hanya warga lokal saja yang menyaksikan pacuan kuda ini. Tapi ada juga wisatawan nusantara dan mancanegara,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia ini mengajak masyarakat Kota Bima untuk mengirimkan doa kepada almarhum M. Sabila, joki cilik yang meninggal dunia setelah terjatuh dari kuda yang ditungganginya belum lama ini. “Kita meyakini ananda M. Sabila tenang berada di sisi-Nya.  Sabila juga layak kita sematkan sebagai pahlawan pacuan kuda,” katanya.

Usai menutup kegiatan, Wawali juga memberikan santuan kepada almarhum M. Sabila. Santunan dari seluruh pemilik kuda tersebut diterima langsung oleh orangtuanya, Samsul dan Sulastri. (uki)