Warga di Kota Bima Dapatkan Air dari Pipa PDAM Bocor

Warga Warga Lingkungan Sarata, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima mengambil air dari pipa bocor yang berada dalam saluran, Rabu,  23 Oktober 2019. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Warga Lingkungan Sarata, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima hingga kini masih kesulitan mendapatkan air bersih dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih saat ini dilanda musim kemarau panjang.

Demi mendapat pasokan, warga setempat harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli air bersih yang dibawa mobil pick up. Bahkan ada sebagian yang rela mengantri demi mendapatkan air bersih dari pipa PDAM yang bocor.

Salah seorang warga setempat, Junaidin mengaku, warga Lingkungan Sarata kesulitan mendapatkan air bersih berlangsung sejak lama. Untuk mendapatkan air, warga harus membeli dan mendapatkannya dari pipa yang bocor. “Sudah lama sekali kondisi seperti ini. Kalau tidak mampu membeli, air untuk kebutuhan sehari-hari kami dapatkan dari pipa bocor yang berada di dalam got ini,” katanya kepada Suara NTB, Rabu,  23 Oktober 2019.

Menurutnya, kondisi yang terjadi tersebut sudah dilaporkan kepada pihak Kelurahan hingga Pemerintah Daerah. Namun hingga kini belum ada respon. Bahkan terkesan tidak ada kepedulian dengan kondisi yang dialami warga. “Sudah sering disampaikan. Tapi tidak ada respon,” katanya.

Selain itu, Junaidin mengaku kecewa kepada pihak yang menyuplai air bersih. Pada saat Pilkada 2018, hingga Pileg 2019 kemarin rutin mendistribusikan bantuan air bersih ke rumah warga setempat. “Saat Pilkada dan Pileg kemarin, distribusi bantuan air bersih sampai tengah malam. Tapi setelah itu sudah tidak lagi,” katanya.

Ia mempertanyakan jaringan pipa PDAM yang sudah terpasang pada tahun 2018 lalu lantaran sampai saat ini belum juga berfungsi. Warga setempat hanya mengandalkan air PDAM karena tidak memiliki sumber air bersih. “Sampai sekarang air dari pipa yang dipasang baru tidak mengalir ke rumah warga. Harapan kami bisa segera difungsikan,” katanya.

Sementara Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bima, Fahad, ST, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Kata dia, saat ini pihaknya sedang mamasang pipa distribusi yang baru agar air bisa mengalir ke setiap rumah warga. “Sangat miris. Tapi bukan berarti kita tidak peduli ya, karena tahun ini kami akan maksimalkan agar kebutuhan air terpenuhi,” ujanya.

Fahad mengatakan tahun ini Pemerintah Daerah dan PDAM Bima intens bekerjasama untuk mengatasi kesulitan air bersih bagi warga Kota Bima, terutama di wialayah Kecamatan Rasanae Barat. “Tahun-tehun sebelumnya kita bekerjasama, tapi komunikasinya tidak terlalu intens. Sekarang apa saja yang menjadi kendala di PDAM kita bantu,” katanya.

Fahad memastikan, pipa yang dipasang baru untuk mendukung pendistribusian air bersih akan segera berfungsi dan terkoneksi ke semua rumah warga dalam waktu yang tidak lama lagi. “Insya Allah tahun ini semua pelayanan terkait kebutuhan air bersih warga terlayani,” pungkasnya. (uki)