Semen Langka di Kota Bima

Pihak PT. Catur Kencana Sakti atau Distributor semen Tonasa di Bima, Victor menunjukkan gudang yang kosong dan tidak berisi semen, Kamis,  17 Oktober 2019. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Kelangkaan semen terjadi di Kota Bima. Salasahsatu gudang penyimpanan semen merek Tonasa hingga saat ini kosong. Bahkan kekosongan tersebut terjadi sejak dua minggu terakhir.

Pihak PT. Catur Kencana Sakti atau Distributor semen Tonasa di Bima, Victor mengaku stok semen di gudang penyimpanan kosong. Kekosongan tersebut diprakirakan sampai satu Bulan lebih kedepan.

“Stok semen Tonasa tidak ada. Di gudang penyimpangan kosong sejak dua mingguan,” katanya, kepada Suara NTB, Kamis,  17 Oktober 2019.

Diakuinya, stok semen yang tidak ada tersebut, akibat terlambatnya pasokan dari gudang pabrik ke distributor. Karena lebih diprioritaskan untuk daerah yang terkena bencana alam. Seperti daerah Donggala, Lombok hingga Palu.

“Kekosongan terjadi karena ada antrean di gudang pabrik. Dan daerah terkena bencana alam lebih diutamakan,” katanya.

Victor memastikan pendistribusian semen dari gudang pabrik untuk daerah Bima, tidak akan lama lagi. Bahkan paling lama 10 hari kedepan sudah ada aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Bima. “Secepatnya, paling telat 10 hari kedepan sudah ada bongkar muat di gudang distributor,” katanya.

Meski semen kosong dan langka, Victor menegaskan harga semen Tonasa tetap dijual sebesar Rp57 ribu per sak dari distributor ke pengecer. Ia membantah, jika ada pihak

yang menuduh harga semen Tonasa dijual mahal hingga mencapai Rp90 ribu per sak.

“Harganya tetap seperti biasa, Rp57 ribu per sak. Kalau ada kenaikan paling Rp1.000 dan Rp2.000 untuk biaya transportasi dan buruh,” katanya.

Victor menambahkan, tingginya harga semen Tonasa hanya berkisar Rp60 ribu per sak lantaran ada biaya operasional dari distributor ke pengecer sebesar Rp1.000 per sak.  Serta gaji buruk muat Rp2.000 per sak.

“Paling Rp60 ribu per sak, tidak sampai Rp90 per sak. Karena digudang distributor harga semen Rp57 per sak,” katanya.

Terpisah, Kabag Perekonomian Setda Pemerintah Kota Bima, Ruslan SE mengakui adanya kekosongan dan kelangkaan semen di Kota Bima. Tidak hanya satu merek tapi semua merek semen yang ada.

“Memang ada kelangkaan. Kita sudah lakukan inspeksi mendadak (Sidak) dua kali dengan menyasar gudang distributor semen di Kota Bima,” katanya.

Berdasarkan hasil sidak yang telah dilakukan, kelangkaan semen yang terjadi di Kota Bima ada beberapa faktor. Salahsatunya lantara keterlambatan kapal muat yang membawa semen dari gudang pabrik ke distributor.

“Kita tetap pantau dan sidak terkait persoalan semen ini. jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan kesempatan ditengah kekosongan stok semen ini,” pungkasnya. (uki)