Baru Amankan Pengepul, Polisi Selidiki Pemburu Satwa Dilindungi

Penyerahan barang bukti rusa hasil perburuan di Pulau Komodo, NTT yang berhasil digagalkan oleh Aparat TNI AL Pos Lariti, kepada BKSDA wilayah Bima-Dompu, Rabu, 7 Agustus 2019. (Suara NTB/Ist)

Kota Bima (Suara NTB) – Pemburu atau eksekutor satwa dilindungi jenis rusa masih diselidiki oleh Aparat Mapolres Bima Kota. Sementara pengepul yang berinisial, Yn (44 tahun) yang diamankan, terancam lima tahun penjara.

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Hilmi M. Prayugo S.IK, saat acara pemusnahan satwa dilindungi di belakang Mapolres Bima Kota Bima, Kamis,  8 Agustus 2019. “Yang diamankan kemarin baru pengepul. Sementara eksekutor atau pemburunya masih kita selidiki,” kata Hilmi.

Menurutnya kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Tahap awalnya telah memeriksa serta meminta keterangan pengepul, Yn. Berdasarkan keterangannya rusa-rusa tersebut diburu di luar wilyah Bima. “Apakah diburu di pulau Komodo ? masih kita selidiki. Tapi yang jelas rusa-rusa ini diburu di luar wilayah Bima,” katanya.

Selain itu, Hilmi mengaku pihaknya juga masih menyelidiki keterlibatan pengepul.  Apakah hanya sebagai pengepul saja atau bagian dari tim eksekutor atau pemburu liar rusa-rusa tersebut. “Kasusnya dalam penyelidikan,” katanya.

Keterangan lain yang diakui pengepul lanjut Hilmi, rusa-rusa tersebut hanya dijual di wilayah Bima. Sementara Ia membeli untuk satu ekornya cukup bervariatif. Tergantung besar dan kecilnya. “Harga yang dibeli diatas satu dua jutaan rupiah untuk satu ekor. Tergantung besar dan kecil,” bebernya.

Hilmi menambahkan, dalam kasus itu, oknum Yn terancam dikenakan pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a dan b Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Ancaman hukumnya paling lama lima tahun penjara dan denda Rp100 juta,” katanya.

Pantauan Suara NTB, ada 7 ekor rusa yang dimusnahkan dari 8 ekor yang diamankan Rabu kemarin. Pemusnahan yang dihadiri pihak BKSDA, Wakapolres Bima Kota, Kejari Bima dan TNI AL Pos Kolo itu dengan cara dikuburkan.

Seperti diketahui, Aparat TNI AL Pos Lariti Desa Soro Kecamatan Lambu berhasil menggagalkan penyelendupan satwa yang dilindungi jenis rusa, yang diduga hasil perburuan di Pulau Komodo NTT, Rabu (7/8).

Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti (BB) berupa 8 ekor rusa. Bahkan 7 ekor diantaranya telah dipotong-potong dan 1 ekor dalam keadaan hidup.

Selain itu, diamankan juga 1 unit mobil, 1 unit perahu yang digunakan untuk mengangkut rusa serta seorang warga Kelurahan Panggi Kota Bima inisial Yn (44 tahun), yang  diduga sebagai pengepul.

Danpos TNI AL Kolo, Lettu Laut (E) I Made Suardana, mengatakan pengungkapan kasus itu berawal dari patroli dan penyisiran yang dilakukan oleh anggota TNI AL Pos Lariti disekitar pantai Lariti.

“Saat sedang patroli anggota melihat ada aktivitas bongkar muat di sekitar pantai. Saat dilakukan pengecekan, ditemukan ada rusa,” katanya.

Usai menggagalkan penyelundupan tersebut, anggota TNI AL Pos Lariti langsung berkoordinasi dengan TNI AL Pos Kolo untuk menyerahkan BB itu ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bima Dompu. (uki)