TNI AL Gagalkan Penyelundupan Rusa Hasil Buruan di Pulau Komodo

Penyerahan barang bukti rusa hasil perburuan di Pulau Komodo, NTT yang berhasil digagalkan oleh Aparat TNI AL Pos Lariti, kepada BKSDA wilayah Bima-Dompu, Rabu, 7 Agustus 2019. (Suara NTB/Ist)

Kota Bima (suara NTB) – Aparat TNI AL Pos Lariti Desa Soro Kecamatan Lambu berhasil menggagalkan penyelendupan satwa yang dilindungi jenis rusa, yang diduga hasil perburuan di Pulau Komodo NTT, Rabu, 7 Agustus 2019.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, barang bukti (BB) yang berhasil diamankan yakni 8 ekor rusa. Bahkan tujuh ekor diantaranya telah dipotong-potong dan satu ekor dalam keadaan hidup.

Selain itu, diamankan juga satu unit mobil, satu unit perahu yang digunakan untuk mengangkut rusa serta seorang warga Kelurahan Panggi Kota Bima inisial Yn (44 tahun), yang  diduga sebagai pengepul.

Danpos TNI AL Kolo, Lettu Laut (E) I Made Suardana, mengatakan pengungkapan kasus itu berawal dari patroli dan penyisiran yang dilakukan oleh anggota TNI AL Pos Lariti disekitar pantai Lariti.

“Saat sedang

patroli anggota melihat ada aktivitas bongkar muat di sekitar pantai. Saat dilakukan pengecekan, ditemukan ada rusa,” katanya.

Usai menggagalkan penyelundupan tersebut, anggota TNI AL Pos Lariti langsung berkoordinasi dengan TNI AL Pos Kolo untuk menyerahkan BB itu ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bima Dompu.

Menurutnya, barang bukti delapan ekor rusa serta seorang pengepul yang diamankan tersebut, selanjutnya akan diserahkan oleh pihak BKSDA Bima ke Polres Bima Kota untuk diproses hukum lebih lanjut.

“BB dan pengepul yang diamankan sudah diserahkan ke BKSDA Bima Dompu. Selanjutnya BKSDA akan menyerahkan ke Kepolisian untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya.

Suardana menambahkan, pihaknya yang berada di Pos Lariti akan terus meningkatkan patroli. Mengingat pantai Lariti sangat strategis bagi pelaku pencurian hewan lindung di Pulau Komodo. (uki)