Delapan Kelurahan di Kota Bima Terdampak Kekeringan

Distribusi air bersih kepada warga terdampak kekeringan. (Suara NTB/dok)

Kota Bima (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima mencatat delapan Kelurahan di daerah setempat mengalami kekeringan akibat musim kemarau tahun 2019. Delapan Kelurahan tersebut tersebar pada empat Kecamatan.

“Berdasarkan laporan yang diterima dari Pemerintah Kelurahan, ada delapan Kelurahan di Kota Bima yang mengalami kekeringan tahun 2019,” kata Kepala BPBD Kota Bima, Ir. H. Syarafuddin MM, kepada Suara NTB, Rabu,  26 Juni 2029

Ia menyebutkan, delapan Kelurahan yang mengalami kekeringan tersebut antara lain, Kelurahan Dara, Tanjung, dan Paruga Kecamatan Rasanae Barat dan Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota.

“Selanjutnya Kelurahan Sambinae dan Panggi Kecamatan Mpunda serta Kelurahan Rontu dan Ntobo Kecamatan Raba,” katanya.

Dikatakannya, sebagian dari Kelurahan tersebut, merupakan wilayah yang cukup rawan dilanda kekeringan dan krisis air bersih setiap memasuki musim kemarau. Seperti Kelurahan Dara dan Tanjung. “Memang sebagian Kelurahan ini langganan kekeringan dan krisis air bersih setiap tahun,” katanya.

Dari jumlah itu, lanjutnya, ada 6.014 Kepala Keluarga (KK) atau 17.597 jiwa yang terdampak kekeringan. Bahkan data tersebut masih bersifat sementara, kemungkinan jumlahnya akan bertambah lantaran baru memasuki musim kemarau.

“Data sementara yang tercatat saat ini ada 6.014 KK. Tapi kemungkinan jumlahnya akan bertambah kedepan,” ujarnya.

Untuk menanggulanginya Syarafuddin mengaku pihaknya akan melakukan pendistribusian air bersih secara bertahap. Oleh karena itu, Ia mengimbau masyarakat menggunakan air bersih sesuai dengan kebutuhan.

“Untuk sementara kita akan dropping air bersih ke wilayah yang terdampak secara bergilir,” katanya.

Ia menambahkan, warga yang terdampak kekeringan serta krisis air bersih agar melaporkan ke Keluarahan atau Tim Siaga Bencana Kelurahan (TSBK) untuk dilakukan pendataan dan diberikan bantuan air bersih. “Alur pendataan dan penyaluran air bersih tetap kita koordinasikan dengan Pemerintah Kelurahan dan TSBK,” pungkasnya. (uki)