Gubernur : NTB Harus Nyaman dan Menyenangkan

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah (tiga dari kiri) memaparkan NTB Gemilang dalam dialog di aula kampus STISIP Mbojo Bima, Selasa,  9 April 2019. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, menjadi pembicara dalam dialog yang digelar oleh BEM STISIP Mbojo Bima, di aula Kampus setempat, Selasa,  9 April 2019. Di hadapan mahasiswa dan pemuda Ia memaparkan NTB Gemilang.

“Dengan NTB Gemilang ini, kami ingin menjadikan NTB yang nyaman, menyenangkan dan bersahabat dengan dunia usaha,” jelasnya.

Gubernur yang akrab sapaan Dr Zul ini menilai dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan harus bersahabat dengan sektor usaha. Segala sektor usaha apapun tidak terlepas dari bisnis (investasi).

Selain itu, ia menginginkan NTB nyaman dan menyenangkan untuk dikunjungi. Tidak hanya turis asing  namun juga warga lokal yang akan berkunjung ke tempat-tempat eksotis di setiap daerahnya masing-masing.

“Potensi wisata kita sangat banyak. Jika daerah nyaman, para investor dan turis akan menyenangkan berkunjung ke NTB,” katanya.

Meski demikian, Dr.  Zul mengatakan implementasi memujudkan NTB Gemilang tersebut perlu waktu dukungan serta keterlibatan semua pihak terutama pemuda dan masyarakat. “Lewat NTB Gemilang ini, saya ingin kita menjadi tuan di negeri sendiri,” katanya.

Dalam memujudkan NTB Gemilang itu lanjutnya, salahsatu yang menjadi perhatian yakni meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mengirim para putra dan putri terbaik NTB untuk studi ke luar negeri.

“Saya ingin pemuda dan mahasiswa NTB bisa membekali diri dengan ilmu dan pengetahuan selama diluar negeri, agar bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi SE, memuji kebijakan Gubernur NTB. Salah satunya meningkatkan SDM dengan mengirim putra-putri NTB untuk melanjutkan studi keluar negeri. “Jarang ada Gubernur yang mengeluarkan kebijakan seperti ini. Bagi saya, beliau ini (Zulkieflimansyah.red) multitalenta. Selain politisi juga akademisi sekaligus pemilik kampus,” katanya.

Lutfi berharap agar mahasiswa dan pemuda di Bima dapat memanfaatkan program tersebut dengan baik. Di Kota Bima kata dia, juga ditawarkan sebanyak 100 orang untuk melanjutkan kuliah jenjang S2 di luar negeri.

“SDM harus dipompa, karena masa depan daerah khususnya Kota Bima akan ditentukan kualitas SDM melalui pendidikan,” katanya.

Selain Gubernur NTB dan Walikota Bima, pembicara dalam dialog yang mengangkat tema Membangun Gerakan Pemuda dalam Menjemput NTB Gemilang juga dihadiri Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer M.Pd dan Akademisi STISIP Mbojo Bima, Dr. Syarif Ahmad M. Si. (uki)