Jadi Perhatian Dunia, Gubernur Ajak Jaga Rinjani dan Tambora

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah memukul gong saat membuka Festival Geopark Tambora I, yang digelar di Museum ASI Mbojo, Selasa,  9 April 2019. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah SE mengajak masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan gunung Rinjani dan Tambora yang kini menjadi perhatian dunia.

Ajakan itu disampaikan Gubernur saat membuka Festival Geopark Tambora I, yang digelar di Museum ASI Mbojo, Selasa,  9 April 2019. Festival Geopark Tambora I merupakan salah satu kegiatan menyambut Tambora Menyapa Dunia yang dipusatkan di Doro Ncanga Kabupaten Dompu.

“NTB mempunyai dua destinasi alam yang menakjubkan, yakni gunung Rinjani dan Tambora. Mari kita jaga dan lestarikan bersama,” ajaknya.

Baginya, Festival Geopark Tambora I yang diadakan tersebut untuk mengingat kembali sejarah masa lampau. Seperti Kerajaan Tambora, Gunung Tambora, Kerajaan Pekat, Kerajaan Sanggar, Asi Mbojo, Santonda, Kuburan Raja di atas Gunung Traha. “Saya berharap Festival Geopark Tambora I ini bisa berjalan dengan baik dan sukses,” harapnya.

Sementara Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE mengapresiasi adanya festival tersebut. Ia berharap dari kegiatan ada sesuatu yang baru dan melahirkan ide serta gagasan kreatif untuk mendukung sektor kepariwisataan.

“Adanya festival ini mudah-mudahan memberikan manfaat bagi sektor pariwisata Bima,” harapnya.

Tidak hanya itu, Bupati berharap festival geopark Tambora I juga dapat meningkatkan promosi sektor wisata, sehingga Kabupaten Bima dapat dikenal lebih luas terutama di sektor kepariwisataan.

“Promosi wisata akan meningkatkan angka kunjungan wisatawan, baik wisatawan lokal maupun turis mancanegara yang muara akkhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Selain Gubernur dan Bupati Bima, Pembukaan festival festival geopark Tambora I juga dihadiri Walikota Bima, Bupati Dompu, Wakil Bupati Bima, serta para Kepala OPD Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima. (uki)