Bawaslu Sikapi Insiden Caleg Marah di Rumah Walikota Bima

Ketua Bawaslu Kota Bima, Muhaemin (Suara NTB/uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bima memanggil Ketua RT Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota, Kaharudin untuk klarifikasi mengenai oknum Caleg DPR RI yang marah-marah di rumah Walikota Bima belum lama ini.

“Hari ini panggilannya dipenuhi. Proses klarifikasi sendiri berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Bima, mulai pukul 09.00 hingga pukul 10.30 wita,” kata Ketua Bawaslu Kota Bima, Muhaemin, SPd.I, kepada Suara NTB, Selasa, 12 Maret 2019.

Berdasarkan hasil klarifikasi lanjutnya, Kaharudin mengaku tidak hanya sendirian yang hadir dalam pertemuan di rumah Walikota tersebut. Bahkan banyak orang dan diungkapkannya pula sejumlah nama. “Ada banyak yang datang dan nama-nama yang disampaikan oleh Kaharudin ini nantinya juga akan kita panggil untuk klarifikasi,” katanya.

Selain mengklarifikasi Ketua RT, Bawaslu juga akan memanggil Caleg DPR RI dari Partai Golkar bernama Fatahillah. Bahkan udangan klarifikasi telah dilayangkan belum lama ini. “Sesuai dengan undangan yang dilayangkan, jadwal klarifikasi terhadap Fatahillah, yakni Rabu,” katanya.

Muhaemin menegaskan proses klarifikasi yang dilakukan pihaknya, masih sebatas mencari petunjuk awal, siapa saja yang hadir dalam kegiatan yang dilangsungkan di rumah Wali Kota Bima tersebut. “Klarifikasi Bawaslu ini bagian dari investigasi terhadap informasi awal yang kita peroleh,” ujarnya.

Seperti diketahui warga Kota Bima dihebohkan dengan dengan dua video dengan durasi berbeda yang berisi kegiatan di rumah Walikota Bima,  H. Muhammad Lutfi, SE. Dalam video itu terlihat, seorang oknum Caleg sedang memarahi seorang Ketua RT di Kelurahan Jatibaru.

“Siapa kamu?  Siapa kamu? Kamu siapa?,” kata Caleg yang diketahui bernama Fatahillah ini,  sambil menunjuk ke arah kursi tamu yang duduk.

Usut punya usut, ternyata Caleg DPR RI Partai Golkar Dapil Pulau Sumbawa ini merespon pernyataan seorang Ketua RT dari Kelurahan Jatibaru yang diketahui bernama Hendra. Dalam video tersebut, Hendra meluapkan kecewaannya karena yang terlihat dan memberikan penjelasan kepada para undangan adalah jajaran pengurus dan Caleg Golkar. “RT itu jabatan di daerah, jangan dipolitisasi,” kata Hendra dalam video.

Rupanya pernyataan tersebut memancing amarah Caleg itu. Dengan nada keras menunjuk Ketua RT.  Ketua RT lain di Kelurahan Jatibaru, Kaharuddin yang menerima undangan untuk hadir di kediaman Walikota juga mengakui hal yang sama. Diakuinya, ada protes dari seorang ketua RT yang melihat banyaknya politisi yang hadir. “Iya,  memang ada insiden. Karena diprotes dan menduga ada politisasi,” katanya.

Terpisah, Caleg DPR RI, Fatahillah yang dikonfirmasi mengakui adanya acara di kediaman Walikota tersebut. Tapi ia membantah,  jika kegiatan tersebut bermuatan politis. Kehadirannya untuk menghadiri acara pemerintah Kota mensosialisasikan sejumlah bantuan bagi masyarakat kota.

“Saya sebagai Ketua Badan Pengembangan Kelompok Profesi Masyarakat.  Saya membantu wali kota mensosialisasikan sejumlah program dan bantuan yang bisa diperoleh warga kota seperti PKH dan KUBE,” katanya.

Terkait nada dan bahasa amarahnya, Fatahillah mengaku itu disebabkan perkataan ketua RT yang menuding dirinya sebagai pembohong.  Ia kesal kemudian sontak meluapkan amarah. “Yang pasti tidak ada kampanye atau pun politisasi yang terjadi. Murni sosialisasi program pemerintahan dan kapasitas saya sebagai ketua lembaga,” katanya. (uki)