IPM Kabupaten Bima Masih Rendah

0
109

Bima (Suara NTB) – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, M. Natsir menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kabupaten Bima menduduki peringkat ketujuh dari 10 Kabupaten dan Kota di NTB. Indikator rendahnya IPM di Kabupaten Bima dipengaruhi mutu pendidikan dan pelayanan publik yang buruk. Serta ditambah dengan daya beli masyarakat yang kurang.

“Hal ini yang terus didorong agar IPM meningkat. Pemerintah harus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” katanya kepada Suara NTB, Jumat, 17 Maret 2017

Dikatakan, pemerintah tidak perlu berbicara tentang pendidikan tinggi, kalau masyarakat tergolong masih miskin atau memaksakan untuk meningkatkan daya beli sementara penghasilannya masih rendah.

“Pemerintah harus melakukan action real untuk meningkatkan IPM itu,” ujarnya.

Diakuinya, untuk mengukur rendahnya harus ada langkah kongkret. Salah satunya membuka lapangan pekerjaan. Pemerintah juga harus menyiapkan anggaran, baik berupa stimulan atau dana pendukung lainnya.

“Hal ini dalam rangka meningkatkan usaha ekonomi kreatif yang ada di desa,” terangnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Bima Drs. Dahlan H.M. Noer, mengklaim IPM di daerah setempat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tercatat sejak tahun 2011 sebesar 60,62 persen namun pada 2015 naik menjadi 63,48 persen.

“Ukuran ini menggambarkan pembangunan daerah telah berada pada jalur dan rel yang benar. Hasilnya sendiri dinikmati bertahap oleh masyarakat,” katanya saat Musrenbang, Tingkat kabupaten Bima tahun 2017, Kamis lalu.

Dahlan mencontohkan pada bidang Pendidikan sebagai bidang yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Pada tahun 2011 telah berhasil meningkatkan angka melek huruf dari 86,23 persen menjadi 99,87 persen pada tahun 2015. (uki)

 

  Di Mataram, Masih Ada Warga Tinggal di Kolong Jembatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here