Fasilitas Listrik di Bima Belum Pulih 100 Persen

Bima (Suara NTB) – General Manager PT PLN NTB, Karyawan Aji mengatakan kondisi kelistrikan usai banjir bandang di Kota Bima masih belum pulih 100 persen.
“Hingga pukul 19.00 Wita, pemulihan daya sistem Bima baru mencapai 86,44 persen,” kata Karyawan Aji, di Kota Bima, Minggu malam.

Ia menyebutkan, total daya listrik yang harus dipasok ke pelanggan melalui sistem Bima mencapai 42 megawatt (MW). Sedangkan total daya yang sudah bisa dipulihkan setelah banjir hanya 36,3 MW.

Pasokan daya listrik sebesar 36,3 MW bersumber dari pusat listrik Ni`u sebesar 18,4 MW, pusat listrik Bima 3,05 MW, pusat listrik Dompu 7,6 MW, pusat listrik Sape 3,6 MW, dan pusat listrik Bonto 3,7 MW.

“Total nyala sistem Bima sampai dengan pukul 18.00 sebesar 80 persen,” ujarnya pula. Perbaikan yang masih harus dilakukan, kata dia, fokus pada tiang yang roboh akibat banjir bandang. Salah satu lokasi banjir terparah, yaitu di Kelurahan Lampe, Kota Bima.

Baca juga:  5000 KK di NTB Belum Tersentuh Listrik

Derasnya banjir yang berasal dari sungai Lampe menghanyutkan tiang jaringan tegangan menengah (JTM). Tiang jaringan tersebut berada di sisi sungai dan jembatan yang menghubungkan Kota Bima dengan Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

“JTM ini menghubungkan aliran dari Kota Bima menuju Kecamatan Sape. Jadi sangat penting untuk keandalan listrik di Kota Bima dan Sape. Kami usahakan JTM ini bisa segera selesai,” ujar Karyawan pula.

Putusnya jembatan di Desa Dodu, kata dia, juga menyebabkan akses ke lokasi roboh tiang listrik menjadi sulit. Tim teknis harus memutar sejauh lima kilometer.

Baca juga:  Mimpi Besar Gubernur, Anak NTB Harus Mampu Ciptakan Kendaraan Listrik

Saat ini, kondisi listrik di Kecamatan Sape, pada siang hari dalam keadaan normal, namun pada malam hari kemampuan daya mengalami defisit sebesar 3 MW.

“Jika JTM yang menghubungkan Kota Bima-Sape bisa beroperasi maka listrik dari PLTD Bima dapat dialirkan hingga Sape, sehingga kebutuhan daya di Sape pada malam hari dapat terpenuhi,” katanya.

Menurut dia, secara keseluruhan sistem kelistrikan Bima hampir normal. Pada siang hari, total daya yang dialirkan oleh PLN mencapai 20 MW. Sedangkan pada keadaan normal, beban puncak sistem Bima sebesar 28 MW.

Selain perbaikan JTM, PLN juga masih berupaya menormalkan gardu-gardu listrik yang terendam banjir. “Semoga besok cuaca baik dan pekerjaan perbaikan oleh tim teknis dari Mataram, Sumbawa, dan Bali berjalan lancar,” ujar Karyawan.

Baca juga:  Mimpi Besar Gubernur, Anak NTB Harus Mampu Ciptakan Kendaraan Listrik

Kota Bima dan Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, di Pulau Sumbawa, NTB diterjang banjir bandang pada Rabu (21/12).

Banjir bandang susulan kembali terjadi di Kota Bima, pada Jumat (23/12), sekitar pukul 12.30 WITA.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB, ribuan rumah yang tersebar di lima kecamatan di Kota Bima terendam air setinggi 1-2 meter. Sebanyak 105.758 jiwa penduduk di kota itu terkena dampak banjir bandang tersebut.

Tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana alam tersebut. Namun, nilai kerugian diperkirakan cukup besar karena kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, telekomunikasi, listrik, dan fasilitas umum. (ant/bali post)