Luas Lahan Kritis di Bima Capai 161 Ribu Hektar

0
94

Mataram (suarantb.com) – Berdasarkan data Dinas Kehutanan NTB, luas lahan kritis di Bima mencapai 161.256,53 hektar, baik kategori agak kritis sampai sangat kritis.
“Ini sekitar 27 persen dari luas lahan kritis di seluruh NTB,” jelas Kepala Dinas Kehutanan NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin, Selasa, 28 Desember 2016.

Luas lahan kritis yang berada di dalam kawasan hutan di NTB sekitar 141.375,54 hektar. Terbesar berada di Kabupaten Bima seluas sekitar 57.599,56 hektar atau 40,74 persen dari total luas lahan hutan kritis di NTB.

Di wilayah NTB sendiri, luas lahan kritis mencapai 578.645,97 hektar. Dengan rincian, lahan pada tingkatan sangat kritis sekitar 23.218,61 hektar, kritis sekitar 154.358,31 hektar dan agak kritis 401.069,05 hektar.

Sebelumnya Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi juga mengakui kondisi lahan di Bima yang perlu menjadi perhatian. Termasuk banyaknya lahan yang dibuka warga untuk dijadikan lokasi bercocok tanam. Bahkan pembukaan lahan ini berada di daerah dengan kemiringan 60-70 persen.

“Kemarin perjalanan darat saya menunjukkan bahwa bukit-bukit kita banyak yang terkonversi dari hutan menjadi lahan untuk pertanian. Lahan dengan kemiringan 60-70 persen ditanami juga, itu kan bahaya,” kata Tuan Guru Bajang (TGB).

Menurut TGB, lahan dengan kemiringan sedemikian seharusnya tidak diutak-atik karena seharusnya menjadi daerah resapan air hujan. “Kawasan-kawasan di Bima sekarang penggundulannya cukup massif. Jadi sekarang masyarakat harus dihentikan. Masyarakat harus tahu bahwa merusak alam ini adalah menghancurkan kehidupan,” terangnya.

Musibah banjir ini, menurut TGB menjadi momentum untuk melakukan reboisasi. Memang bencana adalah takdir dari Allah SWT, tetapi ada juga kontribusi manusia sebagai pemicunya.
“Memang takdir dari Allah, tapi hal-hal yang menyangkut bencana ini ada kontribusi manusia,” ujarnya. (ros)