Saat Reses, HMS Alami Langsung Penderitaan Korban Banjir Bima

Kota Bima (suarantb.com) – Politisi PAN yang juga menjabat Anggota DPR RI, H. M. Syafrudin, ST, MM, turut merasakan langsung penderitaan para korban bencana banjir bandang di Bima yang melumpuhkan daerah tersebut. Politisi yang akrab disapa HMS ini terjebak banjir di sela kegiatan reses yang digelarnya di Kota Bima.

Pengalaman itu diutarakan HMS kepada wartawan, Kamis, 22 Desember 2016. “Saya baru kali ini merasakan kejadian banjir yang luar biasa. Yang dulu-dulu tidak pernah begini. Saya lihat sendiri, air yang begitu deras, merendam kampung halaman saya,” ujar HMS.

HMS menuturkan, ia berada di Bima dalam rangka menunaikan kewajiban reses sebagai anggota DPR RI. HMS memang secara rutin menyambangi konstituennya di berbagai daerah di NTB. Kebetulan, pada 20 Desember 2016, ia reses di Bima sekaligus menghadiri peringatan tiga tahun meninggalnya mantan Bupati Bima, Ferry Zulkarnain.

Pada tanggal 21, hujan yang turun sejak sehari sebelumnya memang tidak kunjung berhenti. HMS mengaku sempat berkeliling dengan mengendarai sepeda motor ke sejumlah daerah yang digenangi banjir. Namun, lambat laun mobilitasnya semakin terbatasi sehingga pada suatu titik, ia pun harus berhenti dan mengungsi di kantor cabang BRI di dekat Lapangan Merdeka Kota Bima.

Karena ketinggian air sudah sangat tinggi, HMS bersama sejumlah warga terpaksa beristirahat di lokasi kantor BRI. Malam itu, HMS menghadapi situasi yang benar-benar melumpuhkan aktivitas di Kota Bima. Tanpa akses kemana-mana, penerangan listrik yang padam dan sinyal telekomunikasi seluler yang tidak berfungsi.

HMS mengutarakan, ia baru bisa kembali ke kediamannya di Kampung Na’e, pada pukul 03.00 dini hari, dengan menumpang kendaraan Komandan Brimob Polres Bima Kota. Namun, perjalanan pulang ini pun tidak mulus. Hanya separuh perjalanan yang bisa ditempuh dengan mobil. Selebihnya, HMS harus berjalan kaki melawan arus air yang belum berhenti mengalir.

“Walaupun melawan arus, tapi saya bisa sampai di kediaman. Saya tiba di sana sudah lumpur semua,” tuturnya. Meski harus berhadapan dengan situasi sulit tersebut, HMS justru sangat bersyukur saat banjir datang, ia sedang berada di lokasi sehingga bisa ikut merasakan bagaimana penderitaan warga yang menjadi korban banjir.

Menurutnya, saat ini pemerintah daerah dan jajaran terkait serta masyarakat harus bahu-membahu untuk memulihkan keadaan. Salah satu yang penting untuk segera dipulihkan adalah layanan telekomunikasi atau jaringan seluler yang menurutnya bisa memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat.

Selain itu, perlu adanya penambahan fasilitas penanganan banjir seperti perahu karet dan fasilitas lainnya yang bisa dipakai untuk menunjang mobilitas di saat banjir.

HMS mengingatkan, salah satu yang paling merisaukan adalah semakin sempitnya sungai-sungai yang dulu melintasi Kota Bima. Selama puluhan tahun silam, sungai-sungai itulah yang berfungsi mengalirkan air saat hujan deras datang.

Kini, sejumlah sungai seperti sungai Baga Reso dan sungai-sungai lainnya telah menjadi sangat sempit sehingga fungsinya sebagai aliran air sudah tidak lagi bisa berjalan seperti yang diharapkan. “Normalisasi aliran sungai, harus jadi proritas pemerintah dan pemerintah daerah ke depan,” tegasnya.

Selain normalisasi aliran sungai, HMS juga mengingatkan pentingnya mengembalikan fungsi hutan. Upaya ini, dibutuhkan agar hutan bisa menjalankan fungsi ekologisnya secara maksimal. Jika hutan pulih, HMS meyakini banjir tidak akan menghantui masyarakat lagi. (aan/*)