Kota Bima Usulkan Pengalihan 13.600 Peserta BPJS

Sri Nunung Andriani. (Suara NTB)

Bima (Suara NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) mencatat 90.689 peserta BPJS di Kota Bima tahun 2021. Dari total penerima tersebut, 13.600 peserta ditanggung APBD II Kota Bima. Sementara 17.959 dari APBD I Provinsi NTB dan 59.130 di APBN.

Melemahnya kemampuan daerah membayar klaim akibat pemangkasan anggaran untuk penanggulangan Covid-19, mengharuskan mereka mengusulkan pengalihan 13.600 peserta BPJS APBD II ke pusat. Harapannya, bisa diakomodir lewat APBN.

Iklan

Rencana itu disampaikan Kasi Jamsos Dinsos Kota Bima, Sri Nunung Andriani, SE., kepada Suara NTB di kantornya, Rabu, 1 September 2021. “13.600 peserta BPJS ini sudah diakomodir daerah, cuma kasihan daerah bayarnya karena kemampuan anggaran kita,” ungkapnya.

Pengalihan 13.600 peserta BPJS APBD II ke sistim Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos RI tersebut, harapannya mereka bisa tetap jadi peserta BPJS namun pembiayaan klaim bersumber dari APBN.

Jika diakomodir utuh atau separuh dari total usulan, menurut Nunung, itu akan sangat membantu daerah, apalagi di tengah melemahnya kemampuan anggaran akibat pemangkasan untuk penanggulangan Covid-19.

Disamping efisiensi penggunaan anggaran, itu akan memberi ruang bagi warga miskin yang belum terdata sebagai peserta BPJS APBD. “5.000 peserta saja diakomodir oleh pusat lumayan. Nanti tinggal kita akomodir lagi peserta baru,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pendataan terakhir yang dilakukan, warga miskin yang masuk daftar tunggu sebagai peserta BPJS APBD sekitar 2.000an orang. Sedangkan untuk daftar tunggu dari APBD I provinsi 1.900 orang.

Mereka, tambah dia, sebagian dari peserta BPJS yang sebelumnya terhapus karena beberapa persoalan, pun merupakan keluarga miskin baru yang tidak terdata dalam DTKS Kemensos RI.

Disinggung terkait peserta BPJS ganda, ditegaskannya, dari total 90.689 peserta BPJS yang ditanggung daerah, provinsi maupun pusat tak ada yang ditemukan sebagai peserta ganda. “Heboh sekarang kan data ganda, kita ndak ada karena tiap hari kami update data. Kalaupun ada ganda pasti terbaca di BPJS,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional