Kota Bima Sudah Habiskan Rp12 Miliar Tangani Covid-19

Ilustrasi Insentif Penanganan Covid-19 (Mohamad Trilaksono/pxhere)

Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 sudah menghabiskan Biaya Tidak Terduga (BTT) sebanyak Rp12 miliar selama pandemi Covid-19.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bima, H. Abdul Malik SP, MM mengatakan, dana Rp12 miliar tersebut habis digunakan sejak awal pandemi Covid-19 hingga bulan Juli 2020. “Sampai dengan Bulan Juli ini ada Rp12 miliar yang sudah dipakai,” katanya kepada Suara NTB Kamis, 6 Agustus 2020.

Iklan

Sayangnya, Ia enggan merincikan detail penggunaan dana Rp12 miliar tersebut. Namun sebagian besarnya habis dipakai untuk sektor sosial yakni bantuan berupa Jaring Pengaman Sosial (JPS) Setara. “Untuk JPS Setara sendiri ada sekitar Rp6 miliar lebih yang digunakan,” katanya.

Lebih lanjut Malik mengaku dana dari pergeseran (refocusing) APBD Kota Bima Tahun 2020 itu, tidak hanya biaya penanganan Covid-19. Namun juga untuk pembiayaan tidak terduga lainnya, seperti penanganan DBD dan Rabies.

“Untuk proses pencairannya harus diajukan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) berdasarkan kebutuhan,” katanya. Terpisah Kepala BPKAD Kota Bima, Drs. Zainuddin juga membenarkan penyerapan anggaran Rp12 miliar itu. Kata dia, menangani dampak Covid-19, Pemkot Bima menyiapkan anggaran Rp28 miliar dalam bentuk BTT.

“Kota Bima menyiapkan BTT sebesar Rp28 miliar dan sudah terpakai sebesar Rp12 miliar lebih,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here