Kota Bima Belum Dimasuki Cabai Impor

Kota Bima (Suara NTB) – Peredaran cabai impor hingga saat ini tidak ditemukan di Kota Bima. Pantauan Suara NTB di pasar tradisional Amahami Kota Bima, Selasa, 28 Februari 2017, cabai-cabai yang beredar luas di daerah ini justru yang dipasok dari petani dan agen cabai lokal, seperti dari Kecamatan Langgudu dan Woha.

Cabai yang dijual di pasar setempat terdiri dari beberapa kategori dan standar harga. Antara lain cabai rawit muda (hijau) dengan kisaran harga Rp 40.000/kg. Cabai keriting kisaran harga antara Rp. 30.000 hingga Rp 35.000 serta cabai rawit merah dengan harga Rp 120.000/kg.

Iklan

Seorang pedagang cabai, Siti Hajar (56) mengatakan, selama delapan tahun berdagang cabai di pasar setempat, hingga saat ini belum pernah menemukan ataupun mendengar adanya cabai lmpor, bahkan yang dipasok dari dari luar daerah.

“Meski stoknya minim dan langka, saya tahunya pedagang mengambil cabai rawit hijau dan merah, dari petani cabai lokal di wilayah Kecamatan Langgudu,” kata warga Desa Ncera Kecamatan Belo ini.

Hanya saja, Hajar tidak memungkiri, menjual cabai dari wilayah pulau Lombok, yakni cabai keriting yang diambilnya dari salahsatu agen cabai yang berada di Desa Tente Kecamatan Woha.

“Yang jelas semua cabai keriting yang dijual dipasar ini berasal dari Lombok. Karena di Bima tidak ada yang menanam,” katanya.

 “Cabai keriting di Bima tidak begitu banyak diminati oleh warga. Namun akan dicari setelah kering,” katanya.

Pedagang cabai lainnya, Nurjanah mengaku, aneka sayur-mayur yang dijualnya selama ini, salah satunya cabai dipasok dari daerah Kota Mataram. Sementara sisanya berasal dari petani lokal.

“Kalau wortel dan kentang memang dipasok dari Jawa, karena kualitasnya bisa bertahan lama,” ujar warga Kelurahan Sarae Kota Bima ini.

Diakuinya, walaupun cabai mengalami kelangkaan dan harganya melonjak naik, namun hingga saat ini belum ditemukan adanya cabai dari luar wilayah NTB atau impor dari Negara lain yang beredar di pasar Bima. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here