Kota Bima Akhirnya Punya Laboratorium Tes PCR

Tampak bangunan Laboratorium tes PCR dalam proses pengerjaan di komplek Kantor Labkesda Kota Bima, Rabu, 29 September 2021.(Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, akhirnya memiliki Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR). Saat ini, dalam proses pembangunan gedung di komplek Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Fasilitas penunjang untuk percepatan pelayanan dan penanganan warga terpapar Covid-19 itu, rencananya mulai beroperasi Januari 2022.

Kepala Labkesda Kota Bima, Asmawati, S. ST., M. Si., kepada Suara NTB di kantornya, Rabu, 29 September 2021 menyampaikan, bangunan gedung Laboratorium tes PCR tersebut dalam proses pengerjaan, yang mana progresnya sudah 60 persen. “Bangunan gedung dalam proses, itu sudah sekitar 60 persen,” terangnya.

Iklan

Melihat capaian tersebut, ia meyakinkan bahwa proyek fisik dengan sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat sebesar Rp1 miliar itu, akan tuntas dibangun kontraktor pelaksana pada Desember mendatang. Karenanya, Januari 2022 sudah bisa beroperasi melayani masyarakat Kota Bima.

Terbangunnya Laboratorium tes PCR yang dilengkapi alat pengujian sampel swab ini, menurutnya sebuah keberuntungan bagi daerah. Karena dengan begitu, pihaknya dan lembaga terkait tidak perlu lagi mengirim sampel pasien Covid-19 ke Sumbawa dan Lombok.

Selain dapat mengefisiensi waktu, fasilitas ini akan mempercepat pengambilan tindakan terhadap pasien terpapar Covid-19 di Kota Bima. “Kalau kirim sampel keluar memakan waktu, kadang orang sudah sembuh hasil PCR-nya baru keluar. Dengan adanya Laboratorium ini, nanti kurang dari 24 jam kita sudah bisa mengetahui hasil PCR pasien Covid-19,” jelasnya.

Disinggung sistem pelayanan apakah berbayar atau sebaliknya, Asmawati menegaskan tergantung jenis penanganan. Jika untuk penelusuran kasus positif maka gratis, tetapi untuk keperluan perjalanan keluar daerah akan dibebankan biaya sesuai dengan surat edaran Menkes RI.

Dengan tingkat pembacaan 48 sampel dalam satu kali pengujian, besar kemungkinan pelayanan tidak hanya untuk masyarakat Kota Bima. Daerah lain yang belum memiliki fasilitas tersebut akan turut dilayani. “Kalau menyangkut kesiapan SDM, kita sudah siap semua. Bangunan rampung langsung kita eksekusi,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional