Korsel Menunggu Pesanan 100 Ton Kopi NTB

Sejumlah pekerja menyiapkan kopi NTB yang akan diekspor. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pandemi Covid-19 tak mempengaruhi pasar kopi. Baik di regional, nasional, bahkan internasional. Terbukti, buyer dari Korea Selatan (Korsel) saat ini masih menunggu kopi NTB yang dipesannya beberapa waktu lalu. Tidak tanggung-tanggung pengusaha Korsel memesan 100 ton biji kopi (mentah).

‘’Awalnya minta 20 ton. Setelah itu malah permintaannya naik jadi 100 ton,’’ kata L. Thoriq, pemilik UD. Berkah Alam. Salah satu pegiat sekaligus pemasok kopi.

Iklan

Virus Corona sama sekali tidak mempengaruhi permintaan pasar kopi dari buyer di berbagai negara. Selain buyer dari Korsel, ada juga permintaan dari Turki dan Emirat Arab. Pada tahap awal, permintaan buyer dari Turki dan Emirat Arab ini sementara untuk sampel (contoh).

Thoriq mengatakan, kopi NTB sudah terkenal kualitasnya dan cita rasanya. Terhadap permintaan 100 ton dari Korsel ini, Thoriq sedang berupaya dapat memenuhinya tahun ini. ‘’Dalam waktu dekat musim panen kopi. Juli ini hingga September,’’ ujarnya.

Dari 100 ton itu, sebanyak 10 ton telah dikiri. sebelum pandemi Covid-19. Sisanya, masih menunggu situasi berangsur-angsur normal.  Terutama sekali soal transportasi. Hongkong dan China belum membuka pintu untuk kenormalan transportasi udara maupun laut secara reguler.

‘’Buyer masih menunggu. Tidak ada masalah. Kalau transportasinya lancar, bisa dikirimkan,’’ kata Thoriq kepada Suara NTB di Mataram, Jumat, 3 Juli 2020.

Hanya saja kendala utama yang dihadapinya saat ini terkait modal untuk pembelian di petani. Dengan permintaan 100 ton, nilainya di kisaran Rp3,5 miliar. Thoriq mengatakan, kewalahan memenuhi modal. Sebelumnya, salah satu bank BUMN bersedia memberikan modal kepada para eksportir. Namun tak bisa dipenuhi karena catatan perbankan.

Ia berharap kepada Bank NTB Syariah dapat memenuhi kebutuhan modal ini. menurutnya, proses pengajuan tengah dilakukan di BPD NTB ini. Harapannya, jika masih memungkinkan, Bank NTB Syariah bisa memenuhinya untuk mengisi peluang pasar ini.

  Perajin Gerabah Banyumulek Didominasi Janda

‘’Karena ini tidak berbicara satu orang. Tapi untuk kepentingan seluruh petani penyedia kopi,’’ ujarnya.

Petani kopi saat ini boleh bergembira. Corona tak mempengaruhi pasar. Apalagi para petani kopi memiliki peluang pasar yang cukup terbuka di pasar lokal. Kebijakan Pemprov NTB dengan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang untuk membantu masyarakat yang terdampak Corona, kopi diantaranya dimasukkan dalam paket bantuan pemerintah.

Thoriq mengatakan, para petani dan pegiat kopi sangat terbantu. Satu pemesan bisa mencapai ribuan bungkus dalam sekali paket. Sementara program bantuan paket JPS Gemilang dilaksanakan tiga kali oleh pemerintah daerah. Selain itu, pasar kopi lokal juga terbuka di ritel-ritel modern. Ia sendiri saat ini sedang bekerjasama dengan salah satu ritel modern berjaring nasional.(bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here