Korban Selamat Kecelakaan Kapal TKI Dipulangkan Lebih Dulu

Anggota tim gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelamnya kapal yang mengangkut TKI di Perairan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (4/11). Tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri berhasil mengevakuasi sebanyak 33 jenazah korban tenggelamnya kapal di Perairan Nongsa, Batam dan enam orang TKI masih dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian. ANTARA FOTO/M N Kanwa/aww/16.

Mataram (suarantb.com) – Pemulangan TKI asal Lombok korban kecelakaan kapal di perairan Batam segera dilaksanakan. Korban selamat akan dipulangkan terlebih dahulu dan disusul pemulangan jenazah korban meninggal. Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, H. Wildan di kantornya, Jumat, 4 Nopember 2016.

“Untuk korban selamat, secepatnya akan dipulangkan, lebih dulu dari korban meninggal. Mereka dipulangkan lebih dulu untuk mendapatkan keterangan lengkap,” jelas Wildan.

Iklan

Dengan keterangan dari korban selamat ini, diharapkan penyebab kecelakaan kapal bisa diketahui. Selain itu, dapat diketahui pula apakah mereka berangkat sebagai TKI dari Lombok secara ilegal atau legal.

Tak bisa dipungkiri angka TKI yang berangkat secara ilegal masih tinggi. Tahun ini saja, jumlah TKI asal Lombok yang dideportasi pemerintah Malaysia sekitar 2 ribu orang.

Kepulangan korban selamat ini, dijelaskan Wildan akan dibiayai Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). “Sekarang sedang dicarikan tiket. Saya masih belum tahu, nanti pulangnya pakai pesawat atau kapal. Tapi paling tidak besok atau lusa mereka sudah dipulangkan,” jelasnya.

“Pemulangan yang selamat ini, baik dari LIA kalau dari udara dan dari Lembar kalau lewat jalur darat. Dari sini untuk ke tempat masing-masing nanti akan ditangani sama Disosdukcapil. Karena ini kan bagian dari pemulangan orang-orang yang telantar begitu,” sambung Wildan.

Untuk korban meninggal, saat ini tengah dilakukan koordinasi kargo. Jika pemulangan jenazah dilakukan serentak, maka dibutuhkan enam ambulans. Penyediaan enam ambulans tengah diusahakan Disnakertrans NTB.

“Saat ini Disos punya satu, BP3TKI Mataram juga ada satu. Jadi kita butuh empat lagi. Tadi Pak Asisten sudah kontak dengan Direktur RSUP dan disediakan dua ambulans. Nanti sisanya kita koordinasikan dengan pemda asal korban meninggal,” rincinya. (ros)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here