Korban Puting Beliung di Lobar Belum Ditangani

Camat Kuripan dan Kades Jagaraga memberikan bantuan kepada korban angin puting beliung di Dusun Karang Bucu, Selasa, 7 September 2021. (SuaraNTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Rumah warga yang menjadi korban angin puting beliung tahun 2019 lalu di Dusun Karang Bucu Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat (Lobar) hingga saat ini belum ditangani. Sehingga ia pun terpaksa tinggal di gubuk reot dekat kandang.

Kepala Desa Jagaraga, M. Hasyim, ST mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari BPD di dusun setempat bahwa salah seorang warga bernama Mahrif yang terdampak angin puting beliung tahun 2019 lalu, sampai saat ini kondisi tempat tinggalnya belum ditangani sehingga belum bisa ditempati. “Warga itu menempati gubuk dekat kandang sebagai tempat tinggalnya. Itu membuat kami prihatin. Kemarin saya langsung melaporkan ke pak Bupati untuk mohon bantuan. Dan Alhamdulillah, langsung tadi pagi pak Camat didisposisi oleh pak Bupati untuk turun,” terang Kades yang belum lama dilantik ini.

Iklan

Pihaknya pun  memberikan bantuan kepada warga. Selanjutnya, pihaknya akan menindaklanjuti ke dinas terkait seperti Dinas Perkim, kemudian BPBD dan termasuk ke Baznas. Karena pihak desa sudah bersurat, nantinya untuk penanganan, tergantung disposisi Bupati ke instansi mana yang akan menangani. “Yang jelas pak bupati sudah sangat antusias, kami ucapkan banyak terima kasih kepada pak bupati,” ujarnya.

Sementara itu, Kadus Karang Bucu, Saepullah mengakui memang warganya yang menjadi korban angin puting beliung belum ditangani. Namun sudah ada tim yang turun dari desa, kecamatan dan Pemprov untuk menindaklanjuti penanganan rumah warga ini. “Sudah turun dari tim Provinsi,” katanya. Akan tetapi yang akan ditangani satu orang sesuai kebijakan pemerintah. Padahal di daerah itu ada puluhan yang menjadi korban namun memang warga ini yang tergolong tidak mampu ini.

Dijelaskan, bencana angin puting beliung itu bersamaan dengan gempa. Ketika itu, pihaknya sudah mengusulkan ke kabupaten untuk penanganan korban angin puting beliung. Lalu gempa pun terjadi. Sehingga ketika meminta bantuan korban puting beliung itu, pihak dinas menjawab waktu itu akan dibantu sekalian dengan gempa. Karena alasannya nama warga tersebut masuk di data gempa. Sehingga pihaknya, tidak melanjutkan pengurusan bantuan angin puting beliung.

Warga ini hanya mendapatkan bantuan gempa Rp10 juta, akan  tetapi dana itu tidak cukup untuk perbaikan rumahnya. Sehingga bagian rumahnya belum bisa dipasang, seperti atap dan jendela. “Itu nantinya yang akan disentuh melalui provinsi ini,” ujarnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional