Korban Pencabulan Oknum Kepsek Dapat Bantuan Pemprov NTB

Siti Romlah. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Korban pencabulan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) yang kasusnya kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bima Kota, mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

Hal itu disampaikan Kabid Perlindungan Anak, Dinas Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bima, Hj. Siti Romlah, M.Ap, Minggu, 16 Februari 2020.

Iklan

“Pemprov NTB memberikan bantuan berupa biaya sekolah seperti uang SPP dan lainnya kepada korban pencabulan di Langgudu,” katanya.

Selain bantuan biaya sekolah lanjutnya, Pemprov NTB bersama DP3AP2KB setempat, juga akan memberikan pendampingan terhadap korban pencabulan itu. Termasuk bantuan hukum.

“Ini merupakan kewajiban, kita akan memberikan bantuan dan pendampingan sesuai yang dibutuhkan korban,” ucapnya.

Romlah mengaku, setiap anak yang menjadi korban pencabulan dan kekerasan juga akan dibantu jika ingin pindah sekolah. Hal itu dilakukan agar pendidikannya terus berlanjut. “Jika ingin pindah sesuai keinginannya, kita akan bantu,” katanya.

Terkait persoalan pencabulan tersebut lanjut Sekretaris LPA Kabupaten Bima ini, pihaknya telah mempercayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk memprosesnya. “Soal kasus ini kita serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian,” katanya.

Seperti diketahui, warga Bima dihebohkan dengan beredarnya foto-foto oknum Kepsek salahsatu SDN di Kecamatan Langgudu inisial, AM yang berbuat mesum dengan anak asuhnya.

Kasus tersebut terbongkar setelah kakak kandung korban, melaporkannya ke Polres Bima Kota. Bahkan aksi mesum Kepsek ini dilakukan sejak korban duduk di bangku SMP atau sekitar tahun 2014 silam.

Korban saat itu dititipkan dan tinggal di rumah pelaku untuk sekolah karena jaraknya cukup jauh dari kampung. Parahnya lagi sat mencabuli korban, istri AM, inisial FN yang merupakan ASN diduga menjadi tukang foto dan terkesan membiarkan dan mendukung perbuatan suaminya itu.

Diduga tindakan itu juga berlanjut hingga korban masuk kuliah tahun 2019. Hanya saja, korban tidak mau menurutinya. Pelaku pun mengancam akan menyebarkan foto-foto-foto mesumnya.

Tidak lama kemudian foto-foto mesum beredar. Tidak terima dengan itu, pihak keluarga korban langsung melaporkannya ke Polres Bima Kota untuk diproses hukum lebih lanjut. (uki)