Korban Meninggal Akibat Pembakaran Rumah Pengirim TKW Bertambah

0
Yasin. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Korban meninggal dunia akibat pembakaran rumah milik Nurwahidah alias Ida di Dusun Rade Desa Bara Kecamatan Woja, 16 Februari 2020 lalu bertambah menjadi dua orang. Selain St Afrah (52) yang langsung meninggal terbakar, Niken Ardian (23) putri dari Nurwahidah juga ikut meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis di RSU provinsi NTB.

Yasin, suami dari (almh) St Afrah kepada Suara NTB di Bara, Senin, 9 Maret 2020 membenarkan informasi kematian Niken Ardian dalam perawatan di RSUP NTB pada Kamis, 5 Maret 2020 dan langsung dibawa ke Dompu untuk dimakamkan. Namun Niken tidak dimakamkan di Desa Bara, tapi dimakamkan di kampung suaminya di Desa Tekasire Kecamatan Manggelewa. “Suaminya tidak izinkan dimakam di sini, tapi dimakan di Tekasire, kampung suaminya,” kata Yasin.

IKLAN

Ia juga menyampaikan, St Hajar (65) yang menjadi korban pembakaran rumah Nurwahidah, kondisinya juga memprihatinkan. Ia kinni dirawat di rumah anaknya di Desa Nowa dengan luka bakar pada tangan dan kakinya. “Kondisi Ina Hejo (sapaan akrab St Hajar), juga memprihatinkan,” katanya.

Kapolsek Woja, Ipda Abdul Haris yang dikonfirmasi terpisah membenarkan kematian Niken Ardian saat mendapat perawatan di RSUP NTB. Itu tidak lepas dari luka bakar yang dialami Niken yang mencapai 70 persen dari tubuhnya. Sementara St Hajar dan Ilyas yang ikut menjadi korban kebakaran, tidak diketahui kondisinya. “Kita hanya fokus pada Niken yang kondisi kebakarannya sampai 70 persen dan menangkap pelaku pembakaran. Kalau korban kebakaran lain, kita kurang monitor,” ungkap Abdul Haris.

PS Paur Sub Bag Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah yang dikonfirmasi terkait  kasus pembakaran rumah milik Nurwahidah, pengirim TKW di Desa Bara Dompu oleh Art alias Rio, saat ini masih dalam proses penyidikan di Polres Dompu. “Tetap lanjut dan sedang dalam proses (penyidikan),” kata Hujaifah. (ula)